Mayoritas Konstituen Ingin PKS di Luar Kabinet
Jumat, 18 Nov 2005 13:34 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet belum menjadi kenyataan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mendapatkan ancaman. PKS akan menarik dukungannya, jika reshuffle hanya untuk mengakomodasikan kepentingan parpol.Ancaman disampaikan Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Zulkifliemansyah kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/11/2005).Majelis Syuro PKS akan melakukan rapat pada 26-27 November, untuk memutuskan tetap berada dalam kabinet atau keluar. Namun sementara ini, aspirasi kuat mayoritas menginginkan partai pimpinan Tifatul Sembiring itu menarik dukungan pada pemerintah. "Mayoritas konstituen ingin PKS berada di luar kabinet," terang Zul.Desakan itu muncul dengan alasan selama ini koalisi dengan parpol pendukung pemerintah tidak membawa sesuatu yang positif pada PKS. Selain itu juga, PKS tidak pernah tahu arah kebijakan pemerintahan SBY ke depan.Pimpinan FraksiSementara itu mengenai pergantian pimpinan FPKS di DPR, kata Zul, hal itu dilakukan karena kepemimpinan sebelummya di bawah komando Untung Wahono dinilai terlalu lembek. Saat ini FPKS dengan Mahfud Sidiq sebagai ketua, diisi orang-orang muda yang ber-background aktivis."Pergantian kepemimpinan fraksi dengan orang-orang muda ini diharapkan agar FPKS lebih berani dalam menyuarakan aspirasi yang benar," kata Zul.Selain Mahfud Sidik dan Zul, pimpinan FPKS lainnya, yakni Fahri Hamzah (wakil ketua) dan Mustofa Kamal (sekretaris).
(iy/)











































