Perang Badar dan Sejarah Doanya yang Menggetarkan

Perang Badar dan Sejarah Doanya yang Menggetarkan

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 04:14 WIB
ilustrasi perang badar : Fauzan Kamil/detikcom
ilustrasi perang badar : Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Perang Badar antara tentara Islam dengan pasukan Quraisy berlangsung secara tak seimbang. Jumlah tentara Islam hanya 313 orang, sementara pasukan Quraisy 1.000 lebih prajurit dengan persenjataan lengkap. Namun tentara Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW berhasil meraih kemenangan besar.

Seperti apa kisahnya?

Hujan deras baru saja mengguyur Lembah Badar, pada Kamis malam Jumat, 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Sebagian tanah daerah yang berjarak kurang lebih 130 kilometer dari Kota Madinah itu masih nampak basah namun pasir-pasir mulai agak mengeras.

Seribu lebih pasukan Quraisy yang antara lain dipimpin Abu Jahal berhenti di salah satu sisi Lembah Badar. Ada pun Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib dan 313 tentara Islam berhenti sejenak di sisi Sumur Badar. Hanya sejenak, sebab kemudian mereka pindah mencari tempat yang lebih strategis.



Dua pasukan itu siap bertempur. Pasukan Quraisy bermaksud mengepung Madinah yang menjadi basis perjuangan Islam kala itu. Dengan pengepungan itu kaum Quraisy berharap Madinah terisolir dan umat Islam akan meminta bantuan ke Mekah.

Pengepungan Madinah dilakukan dengan mengirimkan pasukan yang disamarkan sebagai rombongan dagang yang sedang berangkat ke Negeri Syam. Namun rencana itu diketahui oleh kaum muslimin di Madinah. Rasulullah SAW bersama tentara Islam pun menghadang rombongan dagang Quraisy.

Pada Jumat pagi itu selepas malamnya turun hujan lebat di Lembah Badar, pasukan Islam siap berperang melawan tentara Quraisy. Sempat terjadi kegaduhan di barisan tentara Islam. Maklum mereka hanya terdiri dari 313 prajurit dengan 8 senjata pedang, 70 unta, dan 2 ekor kuda. Sementara tentara Quraisy jumlahnya 1.000 lebih dengan persenjataan lengkap, yakni 600 pedang, 300 ekor kuda, dan 700 ekor unta. Perang Badar berlangsung tak seimbang.



Selanjutnya
Halaman
1 2 3