"Proses indoktrinasi di dalam materi pelajaran ini sangat terlihat, harus segera disikapi," ucap Sekretaris LBH NU Kabupaten Kediri, Taufiq Dwi Kusuma, Rabu (4/12/2019).
Soal ujian yang mengandung kata 'khilafah' di Kediri. (Andhika Dwi/detikcom) |
Keberadaan kata 'khilafah' di dalam soal ujian itu pertama kali diketahui dari adanya laporan warga nahdliyin yang merupakan salah satu wali murid. Pada lembar pertama materi terdapat tujuh soal tentang khilafah yang saling berkaitan.
Menurut Taufiq, keberadaan soal ujian tentang khilafah bukan bentuk pendidikan, melainkan indoktrinasi. Dia menuding ada peran organisasi tertentu terkait soal ujian itu.
"Konsep khilafah tidak cocok diterapkan di Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, sebab HTI-lah yang pertama kali mengusung khilafah," ujar Taufiq.
LBH NU Kediri meminta Kemenag wilayah Kediri Utara, yang meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kabupaten Nganjuk, merevisi ulang soal ujian. Taufiq mengatakan jika tidak segera ada tindakan nyata dari pihak yang berwenang pihaknya akan membawa ke jalur hukum.
Simak juga video Soal SKT FPI, Mendagri Tito Soroti AD/ART dan Khilafah Islamiyah:
(haf/haf)












































