Pantau Desa Bojongkulur, Mendes: Ini Akan Jadi Desa Surga

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 19:22 WIB
Foto: Kemendes PDTT
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meninjau pemanfaatan dana desa di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang merupakan salah satu desa mandiri. Menurutnya, Desa Bojongkulur merupakan salah satu desa yang mendekati desa surga.

"Ini mungkin salah satu jenis desa yang akan jadi desa surga. Desa ini bagus, banyak hal yang bisa kita lihat. Pertama dari sisi pelayanan masyarakatnya, pemerintahnya, serta warga desanya semua guyub," ujar Halim, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2019).

"Desa milik kita harus dikelola dengan baik dan saya berharap desa ini menjadi embrio dari desa surga, yaitu desa yang semuanya untuk warga. Desa surga adalah desa yang warganya nyaman dengan tempat itu sehingga tidak berpikiran pindah kemana-mana dan rasa kepemilikan terhadap desa bagus," imbuhnya.


Halim mengawali kunjungannya ke Koperasi Mitra Mandiri Tiga Enam (Komitman 36) di Balai RW 36 villa nusa indah 3. Koperasi tersebut merupakan salah satu unit usaha BUMDes Bojongkulur Teladan Mandiri yang menggunakan dana desa tahun 2019 sebesar Rp 15 juta hasil kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebelah koperasi tersebut terdapat Posyandu anggrek 3 RW 36.

Kunjungan selanjutnya, Halim meninjau pekerjaan drainase sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran dana desa tahun 2019 sebesar Rp 19.689.000, pembangunan dikerjakan oleh TPK dan masyarakat secara swakelola dan padat karya. Pembangunan drainase ini dilakukan untuk mengurangi banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Terakhir, dia pun meninjau Pasar Desa Bojongkulur yang dikelola BUMDes yang semula tanahnya bukan milik desa tapi milik Pemda, dari pemda secara resmi diserahkan ke desa untuk dikelola oleh BUMDes.

"Ini contoh bagus, saya himbau kepada seluruh kabupaten di Indonesia kalau ada pasar desa tanahnya milik Pemda segera serahkan pada desa untuk dikelola BUMDes untuk kepentingan pembangunan desa. Pertahankan pasar desa tetap menjadi pasar desa milik warga sampai kapanpun, jangan merubah kepemilikannya," pesannya.

Dia menjelaskan, semua desa punya tantangan. Tantangan terberat adalah pertahankan zona desa. Dirinya berpesan untuk menghindari pembangunan yang beralih status kepemilikan. Pasar harus di revitalisasi, kerja sama dengan CSR karena tidak akan merubah status kepemilikan. Tantangannya desa maju seperti ini yaitu pertahankan aset, terangnya.

"Kita ke sini fokus melihat penggunaan dana desa untuk desa yang sudah mandiri. Nanti kita cek ke semua desa dan semua level dari tertinggal, mandiri, maju untuk terkait penggunaan dana desa. Yang perlu dibenahi yaitu kebersihan lingkungan, rasa nyaman, bagaimana gotong royong, itu salah satu parameter desa surga," ungkapnya.

Dirinya berharap, setelah desa mandiri, maju, maka suasana hubungan sosial bagus, keakraban antar agama bagus.
Bagi desa yang belum berkembang akan di-support dan dampingi secara maksimal dan sinergi dengan lembaga lain supaya terjadi percepatan pembangunan.

"Perlu menjadi referensi bagi desa-desa lain dari Desa Bojongkulur ini yang pertama adalah keguyuban yang saya lihat tadi, dan itu semua harus dimiliki semua desa. Semua warga guyub, perangkat desa menyata dengan warganya, antar masyarakat tidak ada sekat-sekat. Makanya semua desa kunci keberhasilan adalah guyub, rukun dan saling menopang," pungkasnya.


Sementara itu Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah mengatakan desa yang ia kelola sudah masuk status desa mandiri menurut IDM dari tahun 2016. Peringkat pertama di Kab Bogor dan Provinsi Jawa Barat. Serta peringkat ke-7 se-Nasional.

"Jika kita berusaha memenuhi parameter yang ada di IDM, desa akan menjadi sebuah entitas di mana masyarakatnya terpenuhi hak-haknya baik dalam bidang ekonomi, ketersediaan prasarana keuangan, transaksi, usaha, bidang lingkungan, sosial, setia kawan sosial, saling guyub serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa itulah kekuatan sebuah desa," terangnya.

Sebagai informasi, Desa Bojongkulur pada tahun 2015 dana desa Rp 330 juta, 2016 Rp 700 juta, 2017 Rp 900 juta, 2018 Rp 700 juta, 2019 Rp 900 juta, yang kesemuanya digunakan untuk infrastruktur dan pengembangan ekonomi.

Desa Bojongkulur merupakan salah satu desa yang pengelolaan desanya cukup baik. Dari IDM sejak 2016 status desa mandiri, satu-satunyanya di kab Bogor. Ke 66 desa terbaik dari dari 100 desa pilihan Kemendes PDTT dan pada 2019 jadi ke 7.


Tonton juga Bentrok Warga di Buton, Kapolda Gelar Pertemuan Antar Tokoh Masyarakat :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)