Ingin Pasang Perekam, KPK Adu Mulut dengan Ajudan Bagir
Jumat, 18 Nov 2005 11:10 WIB
Jakarta -
Ketegangan sempat terjadi saat KPK hendak memasang alat perekam dan kamera. Ajudan Ketua MA Bagir Manan melarang. Akhirnya terjadi adu mulut. Bagir pun turun tangan."Saat itu tim penyidik bersikeras ingin memasang alat perekam dan kamera. Tetapi ajudan Pak Bagir melarang. Akhirnya sempat terjadi adu mulut. Dan Pak Bagir hanya mengatakan: Ya udah! Ya udah."Begitulah cerita salah seorang pegawai MA yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2005).Maklum, wartawan tidak punya akses dan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan yang akan dipakai untuk pemeriksaan terhadap Bagir oleh KPK terkait kasus penyuapan oleh konglomerat Probosutedjo. Setelah Bagir turun tangan, lanjut sang pegawai, akhirnya KPK berhasil memasangkan alat perekam dan kamera. Pemeriksaan terhadap Bagir pun dimulai.Hingga pukul 10.45 WIB, pemeriksaan masih berlangsung di ruang kerja Bagir. Berdasarkan pantauan detikcom, pintu masuk dan pintu keluar di gedung tempat pemeriksaan, semua dikunci. Wartawan pun hanya bisa menunggu di luar.Bagir tiba di kantornya di pukul 06.45 WIB. Kemudian pukul 07.15 WIB, petugas TI dan seorang penyidik KPK datang. Lalu pukul 07.45 WIB, giliran Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas datang bersama ketua penyidik kasus Probo, AKBP Akhmad Wiyagus.Bagir diperiksa KPK terkait kapasitasnya sebagai mantan ketua majelis hakim kasus Probo. Awal pekan ini Bagir menolak memenuhi pemanggilan pemeriksaan KPK di Gedung KPK. Bagir memilih memimpin rapat bersama hakim-hakim agung di Gedung MA.Kemudian Presiden SBY memanggil Ketua MA dan Ketua KPK. Meski SBY membantah menjadi juru damai KPK-MA, namun rupanya pertemuan itu berbuah terlaksananya pemeriksaan KPK terhadap Bagir.Meski demikian, lokasi pemeriksaan disorot tajam lantaran dilakukan di Gedung MA, bukan di KPK. Hal ini dinilai sebagai preseden buruk terhadap supremasi hukum.
(mly/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































