detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 19:31 WIB

Meutya Hafid Sebut Para Caketum Golkar Mundur Tanpa Paksaan

Uji Sukma Medianti - detikNews
Meutya Hafid Sebut Para Caketum Golkar Mundur Tanpa Paksaan Foto: dok detikcom
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid menilai mundurnya Bambang Soesatyo dari kursi calon ketua umum akan menjadi sejarah bagi partai berlambang pohon beringin itu. Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, mundurnya para bakal calon ketua umum didasari kebesaran hati, bukan paksaan.

"Saya lihat itu dengan keikhlasan mereka mundur. Ini belum pernah terjadi di Golkar sehingga ini bisa jadi modal kuat (bagi Golkar ke depannya)," ujarnya kepada detikcom, Selasa (3/12/2019).


Mundurnya Bamsoet dari bakal caketum membuat rivalnya, yakni Airlangga Hartarto, menjadi calon kuat yang akan melenggang menuju kursi Golkar-1. Namun, di sisi lain, Munas Golkar tanpa perpecahan akan menjadi sejarah baru pascareformasi.

"Ini akan jadi sejarah pertama dari rangkaian Munas Golkar sejak reformasi, usai munas digelar tidak ada perpecahan," kata Meutya.

Meutya juga menilai hal ini bisa membuat Golkar dapat lebih solid dalam menghadapi dinamika politik ke depan, seperti meraih suara di Pilkada 2020 dan Pemilu 2024.


"Para kader memang melihat dia (Airlangga) cukup sukses, sehingga dia bisa jadi calon kuat karena kader percaya sepenuhnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengundurkan diri dari bursa calon ketua umum (caketum) Partai Golkar diikuti dua caketum lainnya. Mereka adalah Agun Gunandjar Sudarso dan Indra Bambang Utoyo.


Tonton juga Update dari Munas Golkar: Satu Caketum Mundur Bersama Bamsoet :

[Gambas:Video 20detik]


(ujm/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com