Kisah Putra Banjarbaru yang Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang

Muhammad Risanta - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 16:54 WIB
Foto: Shoufi Ukhtary (Dok. pribadi)
Foto: Shoufi Ukhtary (Dok. pribadi)

Shoufi Ukhtary berharap nantinya ada generasi muda di tanah air bisa mengembangkan diri lewat kemampuan dan minat yang digeluti. Namun ia juga berharap, ada pula peneliti muda yang bermunculan di bidang fisika. Menurutnya, potensi orang Indonesia tidak terlalu ketinggalan dibandingkan mahasiswa dari negara lain, sebagaimana yang dia perhatikan di lingkungan kampus Universitas Tohoku.

Di satu sisi ia berharap para generasi muda di tanah air, khususnya Kalimantan Selatan, bisa terus meningkatkan kemampuan bahasa asignnya. Pasalnya, kemampuan ini sangat menunjang mereka yang ingin bersaing di era teknologi digital saat ini.

Untuk diketahui, Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki sistem seleksi ketat dalam merekrut para penelitinya. Terutama bagi mereka yang berasal dari luar negeri. Banyak syarat berat yang harus dipenuhi untuk masuk ke dalam bursa calon peneliti pada sebuah lembaga penelitian. Selain pendidikan yang mumpuni, pengalaman penelitian yang relevan serta rekomendasi dari seorang profesor yang ahli dalam bidangnya menjadi penentu seseorang diterima sebagai peneliti atau tidak. Tapi bagi Shoufi, tidak ada yang tidak mungkin.

Halaman

(rdp/dnu)