detikNews
2019/12/03 16:54:16 WIB

Kisah Putra Banjarbaru yang Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang

Muhammad Risanta - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kisah Putra Banjarbaru yang Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang Foto: Shoufi Ukhtary (Dok. pribadi)
Jakarta - Nama Shoufie Ukhtary mungkin tak sepopuler nama Arief Setiawan, yang dalam usia 22 tahun sudah menyandang gelar yang doktor teknik termuda Indonesia. Namun nama Shoufie belakangan ini berhasil mencuri perhatian kalangan intelektual di Jepang.

Pria kelahiran Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 16 Januari 1992 itu sudah menyabet gelar doktor muda dari Universitas Tohoku, Jepang. Dalam empat tahun terakhir, dia banyak menghabiskan waktunya di Jepang. Apalagi sejak ia resmi menjadi Asisten Profesor pada Fakultas MIPA Jurusan Fisika.


Kemampuannya dalam meneliti khusus, menganalisa hingga merangkumkan gagasannya dalam jurnal ilmiah internasional terkait nano karbon dan carbon nanotube, mendapat apresiasi dari Profesor Riichiro Saito, guru besar Universitas Tohoku. Salah satu professor ternama di Jepang ini pun tak segan menariknya bergabung dalam tim penelitian kampus mereka. Sesuatu yang terbilang langka untuk seorang doktor muda ahli fisika yang berasal dari Indonesia.

Menurut Shoufie Ukhtary, Jepang merupakan salah satu pusat penelitian nanomaterial terbaik di dunia. Inilah yang mendorong dirinya melanjutkan studi ke negeri Sakura ini. Sejak lulus S1 Fisika di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2013, ia pun memberanikan diri mengambil studi S2 di Jepang.

Pilihan peraih Medali Emas Aoba Society for Promotion Of Science tahun 2017, tidaklah salah. Ternyata di universitas ini keinginannya belajar lebih jauh di bidang fisika, khususnya saat cita-citanya meneliti fisika teori dengan nanomaterial terkabul.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com