Meledak di Monas, Ini Deretan Kegunaan Granat Asap dalam Pertempuran

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 14:56 WIB
Granat Asap (iStock)
Granat Asap (iStock)

Granat M-15, menandai zona dengan ledakan

Meskipun umumnya granat asap dipakai untuk menandai zona pendaratan, ada pula tipe granat asap yang berbahaya jika meledak, yakni granat M-15 dengan asap fosfor putih.

Mengutip dari laman FAS Military Analysis Network, dalam radius 17 seseorang harus memakai pakaian tertutup agar terlindung dari partikel panas ledakan M-15. Suhu panas ledakannya bisa mencapai 2.760 derajat C. Asap yang keluar berwarna abu-abu.

Sebelumnya, ledakan itu diketahui terjadi sekitar pukul 07.15 WIB di sisi utara Monas. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy menyatakan ledakan berasal dari granat asap.

Ledakan itu melukai dua orang prajurit TNI bernama Serka Fajar dan Praka Gunawan. Kedua korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Saat ini keduanya sedang dalam perawatan.


Polisi pun mendalami asal muasal granat asap itu. Polda Metro menyebut granat asap bisa dimiliki anggota pasukan pengendalian massa (dalmas) dan mungkin tertinggal.

"Granat asap itu kan bisa dimiliki oleh anggota kita seperti pasukan dalmas dan lain-lain. Mungkin bisa tertinggal atau lainnya. Kita belum tahu ini asalnya dari mana. Kita akan dalami nanti setelah ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).
Halaman

(dnu/fjp)