Buka Peringatan Hari Disabilitas, Ma'ruf Cerita Sosok Stafsus Angkie Yudistia

Buka Peringatan Hari Disabilitas, Ma'ruf Cerita Sosok Stafsus Angkie Yudistia

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 11:14 WIB
Maruf Amin di acara peringatan hari disablitas. (Fida/detikcom)
Ma'ruf Amin di acara peringatan hari disablitas. (Fida/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka peringatan Hari Disabilitas Internasional. Ma'ruf menyebut para penyandang disabilitas bisa mengubah pandangan masyarakat lewat kemauan dan tanpa putus asa.

"Kalian mampu lebih dari yang mereka perkirakan. Kerja keras dan kemauan yang luar biasa tanpa rasa putus asa dapat meruntuhkan halangan dan mengubah persepsi masyarakat terhadap penyandang disabilitas," kata Ma'ruf di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).


Ma'ruf kemudian mencontohkan sosok Wamen Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra; dan Staf Khusus Presiden Jokowi, Angkie Yudistia; yang merupakan penyandang disabilitas. Menurutnya, kedua sosok itu menunjukkan prestasi bisa diraih oleh siapa pun.

"Bapak Surya Tjandra dan Ibu Angkie Yudistia dalam berprestasi bukan sebuah kebetulan. Di balik keberhasilan mereka ada jejak kerja keras dan pantang menyerah. Dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi tanpa memandang perbedaan," tuturnya.

Ma'ruf berharap warga disabilitas mampu tampil di pemerintahan. Dia berharap nantinya warga disabilitas tak hanya menjadi staf khusus tapi juga wakil presiden.

"Kita juga mengenal Ibu Angkie Yudistia, yang baru saja diangkat sebagai staf khusus Presiden RI mewakili generasi milenial. Siapa tahu bukan hanya staf khusus, tapi wakil presiden," ujarnya.


Ma'ruf berkomitmen pemerintah bakal membuat kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Dia mengatakan kebutuhan bagi warga disabilitas merupakan hak dasar yang harus dipenuhi.

"Kita sudah memposisikan disabilitas tidak pada rezim kesejahteraan sosial tapi hak asasi manusia, jadi bukan santunan tapi hak. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas," paparnya. (fdu/haf)