detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 10:44 WIB

Warga Sukabumi Diimbau Tak Tergiur LPG Oplosan

Nurcholis Maarif - detikNews
Warga Sukabumi Diimbau Tak Tergiur LPG Oplosan Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III mengapresiasi langkah Polres Sukabumi Kota yang berhasil menangkap oknum pengoplosan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kecamatan Lembursitu, Sukabumi.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengatakan, pengoplosan merupakan tindak pidana karena sangat merugikan masyarakat dan negara.

LPG 3 Kg, kata Dewi, merupakan produk yang memperoleh subsidi dari pemerintah dan diperuntukan untuk masyarakat prasejahtera dan usaha kecil, sesuai Permen ESDM No. 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.


"Adanya praktik pengoplosan semacam ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat sehingga haknya dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab, serta mengakibatkan subsidi negara tidak tepat sasaran," ucap Dewi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/12/2019).

"Pertamina mengapresiasi langkah kepolisian terutama Polres Sukabumi Kota yang berhasil menindak oknum pengoplosan LPG bersubsidi," imbuhnya

Dewi menjelaskan, tindakan pengoplosan berbahaya bagi pelaku dan pengguna LPG oplosan, karena proses pengisian dilakukan tidak sesuai standar pengisian LPG Pertamina.

Dewi juga mengatakan, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan harga LPG nonsubsidi yang lebih murah daripada harga yang ditetapkan, yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET) isi LPG 12 Kg di Sukabumi untuk warna biru yakni Rp 138.900 per tabung dan isi LPG Bright Gas 12 Kg sebesar Rp 140.900 per tabung.

Selain itu, Pertamina telah menetapkan warna plastik penutup valve tabung di setiap wilayah sekaligus memberikan barcode pada plastik penutup valve tabung LPG nonsubsidi.


Barcode tersebut bisa di-scan dengan aplikasi barcode untuk mengetahui dari mana tabung tersebut didistribusikan. Kata Dewi, Pertamina juga mengingatkan kepada seluruh jalur distribusi resmi LPG, yakni agen dan pangkalan untuk tidak memberikan celah terhadap upaya penyalahgunaan LPG 3 Kg.

"Kami akan kenakan sanksi tegas apabila ada agen LPG Pertamina tidak memenuhi ketentuan, sebab LPG 3 Kg merupakan barang yang disubsidi oleh negara sehingga penggunaannya diatur agar tepat sasaran," tegasnya.

"Pertamina mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama turut mengawal penyaluran distribusi LPG 3 kg serta dapat melaporkan kepada aparat kepolisain apabila ditemukan indikasi praktek pengoplosan LPG," pungkas Dewi.
(prf/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com