detikNews
2019/12/03 09:43:21 WIB

Stafsus Jokowi: Aksi Berjilid untuk Penoda Agama Hanya Buang Waktu-Uang

Mochamad Zhacky - detikNews
Halaman 1 dari 2
Stafsus Jokowi: Aksi Berjilid untuk Penoda Agama Hanya Buang Waktu-Uang Foto: Dini Shanti Purwono (Dokumen PSI)
Jakarta - Staf khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dini Shanti Purwono merespons seruan Habib Rizieq Syihab soal Aksi Bela Islam berjilid-jilid jika pelaku penoda agama tak juga diproses hukum. Dini menilai aksi berjilid-jilid hanya akan membuang waktu dan uang.

"Demo berjilid-jilid hanya akan menghabiskan waktu, uang, tenaga. Menghambat kegiatan usaha, menurunkan produktivitas, membuat iklim investasi tak kondusif. Yang pada akhirnya akan menghasilkan pengangguran. Akhirnya rakyat lagi yang susah," kata Dini kepada wartawan, Senin (2/12/2019).



Dini menilai tidak pantas apabila proses hukum yang tidak berjalan direspons dengan gelaran aksi massa. Dia menilai permasalahan hukum juga harus diselesaikan melalui jalur hukum.

"Pastinya tidak pantas ya (merespons penanganan kasus hukum yang tidak berjalan dengan menggelar aksi massa). Negara kita negara hukum. Jadi sudah seharusnya dan sepantasnya segala sesuatu diselesaikan secara hukum," terang Stafsus Presiden Jokowi Bidang Hukum itu.

"Salah satu ciri-ciri negara maju adalah berjalannya proses hukum. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, masyarakatnya cerdas, beradab. Hanya dengan cara itulah kita bisa menjadi bangsa yang produktif, yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat," imbuhnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com