Edhy Prabowo Ingin Kapal Illegal Fishing Dirampas untuk Praktikum-RS Apung

Edhy Prabowo Ingin Kapal Illegal Fishing Dirampas untuk Praktikum-RS Apung

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 02 Des 2019 18:55 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Andhika Prasetya/detikcom)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin kapal illegal fishing hasil rampasan diserahkan kepada pihak yang membutuhkan. Salah satunya adalah lembaga pendidikan untuk keperluan praktikum.

"Mungkin diserahkan ke lembaga pendidikan sebagai sarana pendidikan, karena banyak kampus perikanan perlu alat praktik kapal tanker," kata Edhy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).


Edhy juga ingin jika kapal hasil rampasan digunakan untuk RS terapung. Yang penting, kapal tersebut masih memiliki daya guna.

"Kemudian juga bisa diserahkan untuk rumah sakit, ada kapal yang luar biasa besar di Provinsi Aceh yang sampai 3.000 GT, itu bisa jadi rumah sakit lah," katanya.

Edhy juga menjawab apakah penenggelaman kapal akan dihentikan. Kebijakan itu terkenal di masa Susi Pudjiastuti.


"Maksudnya begini, kita akan kejar setiap pelanggar illegal fishing di tengah laut, dan kami sudah buktikan, ada dua pelanggaran yang terjadi, melibatkan empat kapal, satu di Laut Sulawesi, ada kapal dari negara tetangga kita masuk, satu kapal besar dan dua kapal yang mengikutinya, pengangkut ikan, satu lagi di Selat Malaka kemarin yang juga berbendera negara tetangga," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2