Polisi Sita 158 Kg Sabu Milik Napi Lapas Tangerang, 1 Orang Ditembak Mati

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 02 Des 2019 18:20 WIB
Foto: Rilis penangakapan kurir sabu (Audrey-detikcom)
Foto: Rilis penangakapan kurir sabu (Audrey-detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap sindikat peredaran narkotika yang dikendalikan narapidana Lapas Tangerang berinisial AC (38). Dalam kasus ini, polisi menembak mati anak buah AC, yakni warga Indonesia berinisial EF (41) karena berupaya melarikan diri.

"EF ini dikendalikan oleh AC, di mana AC ini adalah warga negara Nigeria yang pada tahun 2008 ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba dalam kasus yang sama, yaitu barang bukti kepemilikan heroin sebanyak 6,7 Kg dan sabu 5 Kg," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Eko Daniyanto di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).

"Dengan keputusan (vonis) 15 tahun, kemudian banding, lalu ditolak, diputuskan lagi menjadi 20 tahun. Jadi saat ini statusnya adalah sebagai narapidana di LP Tangerang," sambung Eko.



Wakabareskrim Irjen Antam Novambar yang memimpin konferensi pers di Instalasi Jenazah RS Polri tersebut menuturkan total barang bukti yang disita dari sindikat ini adalah 158 Kg sabu. Ratusan sabu itu diamankan dari tiga lokasi berbeda.

"Pertama kita lakukan pendalaman dulu untuk memastikan. Awalnya dapat 15 Kg, dikembangkan mendapat 118 Kg, dikembangkan lagi dapat 25 Kg, jumlah keseluruhan 158 Kg," jelas Antam.

Antam juga menjelaskan barang haram tersebut didapat AC dari temannya yang seorang warga Nigeria berinisial TN. Kepada polisi, AC mengaku TN berada di Nigeria.

"Jaringannya internasional, Nigeria dan Asia. Ini AC dan TN warga negaranya Nigeria. Dan satu yang lainnya (EF) kita tindak tegas terukur, meninggal dunia di belakang, sesuai dengan perbuatannya," terang Antam.
Selanjutnya
Halaman
1 2