Soroti Pengelolaan Air Minum, Ma'ruf Amin: Tarif PDAM Kadang Politis

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 02 Des 2019 15:57 WIB
Wapres Maruf Amin dalam Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KASN) (M Fida Ul Haq/detikcom)
Wapres Ma'ruf Amin dalam Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KASN) (M Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta -
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti pengelolaan air bersih di Indonesia. Ma'ruf Amin menilai persoalan penentuan tarif jadi sebab terhambatnya PDAM melakukan perluasan pelayanan.
"Persoalan penentuan tarif berbagai proyek Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM yang dilayani oleh PDAM di berbagai daerah menjadi salah satu sebab terkendalanya PDAM untuk melakukan perluasan. Tarif PDAM per meter kubik di berbagai daerah sering kali tidak ditentukan berdasarkan kriteria ekonomis, tetapi populis, dan kadang kala politis," kata Ma'ruf Amin, Senin (2/12/2019).
Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin dalam Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KASN) di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat. Ma'ruf lebih lanjut menjelaskan karena tidak berkembangnya PDAM menyebabkan masyarakat kesulitan mendapat air bersih.
"Tanpa disadari hal ini membebani masyarakat yang harus membeli AMDK (air minum dalam kemasan) sebagai sumber air minum," jelas Ma'ruf.



Selanjutnya
Halaman
1 2