BPTJ soal ERP di Margonda-Kalimalang-Daan Mogot: Itu Wilayah Mendesak!

Anisa Indraini - detikNews
Senin, 02 Des 2019 14:44 WIB
Ilustrasi Gerbang ERP (Pradita Utama/detikcom)
Ilustrasi Gerbang ERP (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan electronic road pricing (ERP) akan dioperasikan di daerah perbatasan kawasan Jabodetabek. BPTJ menganggap ada 3 wilayah yang dianggap mendesak untuk diterapkan ERP.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan kebijakan ini maksimal akan diterapkan pada 2020. Dia menuturkan, ada tiga ruas jalan yang cukup padat sehingga harus dikenai tarif ini yaitu Kalimalang, Margonda dan Daan Mogot.

"Ada Margonda Depok, Bekasi Kalimalang, sama Tangerang di Daan Mogot. Itu tiga wilayah yang mendesak," kata Bambang dalam acara jumpa pers akhir tahun di Hotel Redtop, Jakarta, Senin (2/12/2019).


Bambang menyebut pihak BPTJ masih menyusun regulasi hingga saat ini. Namun pada 2020 mesti dijalankan untuk mengatasi kemacetan.

"Insyaallah kita butuh waktu 6 bulan sehingga pertengahan tahun depan ini bisa terealisasi," pungkasnya.

Bambang bilang, setiap mobil yang melintas di ruas jalan yang ditetapkan ERP akan dikenai biaya. Sebab, mobil dianggap penyebab kemacetan.

"Yang penting bagi kita bahwa semua kendaraan yang melewati ruas jalan tertentu, konsep ERP akan dikenai charge, bukan berbayar, tapi congestion charge. Setiap mobil itu penyebab kemacetan," tutupnya. (rvk/rvk)