detikNews
Senin 02 Desember 2019, 08:36 WIB

HRS Serukan Aksi Berjilid, Dengan Opsi Akhir Hukuman Mati untuk Penoda Agama

Jefrie Nandy Satria - detikNews
HRS Serukan Aksi Berjilid, Dengan Opsi Akhir Hukuman Mati untuk Penoda Agama Habib Rizieq Jelang Reuni 212 (Youtube Front TV)
Jakarta - Dalam sambutannya di Reuni 212, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyoroti perilaku penodaan agama yang masih terjadi di Indonesia. Dia menyerukan kembali digelar Aksi Bela Islam berjilid-jilid jika pelaku penoda agama tak juga diproses hukum.

"Jika terjadi penodaan agama, maka proses hukum yang dikedepankan. Jika aparat tidak melakukan penindakan maka gelar aksi Bela Islam yang berjilid-jilid seperti yang pernah kita lakukan," ujar Habib Rizieq.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq melalui video yang ditayangkan dalam acara Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

"Gelar terus, tekan terus sampai si penoda agama diseret ke meja hijau," kata Habib Rizieq.



Jika aksi bela Islam yang dilakukan berjilid-jilid tersebut tak juga membuat si penoda agama diproses hukum, lanjut Rizieq, maka dia menyatakan tak ada jalan lain bagi umat Islam, kecuali bergerak sendiri.

"Maka jangan salahkan umat Islam jika mereka melakukan tindakan sendiri, bahwa penoda agama hukumannya adalah hukuman mati," tutur Rizieq.

Siapa sosok si penoda agama yang dimaksud oleh Rizieq? Dia tidak menyebut nama. Meski begitu, Rizieq sempat menjabarkan ciri permasalahan dari orang yang disebutnya melakukan penistaan agama itu.

"Sebagaimana diketahui di negeri kita telah terjadi penistaan agama. Ada orang yang membandingkan rasulullah dengan ayahnya. Dia merasa ayahnya lebih baik dari rasulullah. Ada pula yang membandingkan masa kecil nabi yang kumal, dekil tak terurus. Ada pula yang menyebut bawha terorisme itu memiliki agama dan agamanya adalah Islam," kata Rizieq.
(fjp/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com