Wapres-Ormas Islam Nonton VCD Drama Penyergapan Azahari
Jumat, 18 Nov 2005 00:15 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama 3 ormas Islam, yakni MUI, Muhammadiyah, dan NU menyaksikan video detik-detik penyergapan terhadap kediaman Dr Azahari di Perumahan Flamboyan Indah, Kota Batu, Malang.Sekitar 15 tokoh ketiga ormas Islam tersebut menyaksikan video tersebut di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Kamis (17/11/2005).Video berdurasi sekitar 10 menit itu menggambarkan keadaan mulai dari persiapan anggota kepolisian hingga penyergapan masuk ke rumah, yang diakhiri dengan memperlihatkan kondisi rumah yang sudah hancur.Pada permulaan video tersebut memperlihatkan polisi sedang berkumpul di ujung Jl Flamboyan Indah untuk mempersiapkan penyergapan. Kemudian sekitar 5 hingga 10 orang yang menggunakan pakaian lengkap berjalan menyusuri rumah-rumah di sekitar rumah Azahari. Sesekali terdengar suara dari salah satu orang berbicara. "Harap berdasarkan UU anda telah dikepung. Silakan keluar dan menyerahkan diri," ujar salah seorang anggota polisi di video tersebut. Seketika setelah pemberitahuan itu, terdengar suara letupan dari arah rumah tersebut. Polisi kemudian mengepung rumah Azahari tersebut. Sesekali terdengar suara. "Jangan di atap di situ ada bom," perintah salah seorang polisi. Lalu petugas mendekati rumah sambil menembakkan senjata. Selain itu juga sniper juga telah bersiap. Mereka berada di seberang rumah Azahari yang langsung mengarahkan senjatanya.Setelah itu terdenagr suara letupan yang besar dari arah rumah dan kemudian keluar atap yang sangat tebal dan berwarna putih. Polisi langsung berteriak memerintahkan anggota lainnya agar mematikan listrik. "Matikan listrik...matikan listrik...," teriaknya. Setelah tedengar ledakan pertama itu, kemudian beberapa petugas kepolisian ditarik mundur. Adegan di video tersebut kemudian terpotong, lalu langsung menggambarkan adegan polisi yang sudah mulai masuk ke dalam rumah dan menyisir lokasi.
(ary/)











































