Anthrax Serang Makassar
Fasilitas Kurang, Tim Kesehatan di RPH Mengeluh
Kamis, 17 Nov 2005 23:36 WIB
Makassar - Usaha memerangi Anthrax di Makassar, tak sebandng dengan fasilitas yang tersedia. Kurangnya fasilitas, membuat tim kesehatan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tamangapa, mengeluh. Bahkan mereka turut pula jadi 'korban' anthrax."Harusnya pakaian anti bakteri disiapkan. Terus, kami juga tidak punya sepatu boot. Kemarin itu ada, tapi sudah kami bakar karena hanya sekali pakai," kata Mansyur, salah seorang tim kesehatan di RPH Tamangapa, ketika ditemui di Puskesmas Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (17/11/2005).Bukan hanya itu, masker dan kaos tangan karet pun masih terbatas. "Pemerintah harusnya memperhatikan kami sebagai petugas kesehtan hewan," pintanya.Akibat fasiltas yang tidak lengkap, sejumlah petugas kesehatan di RPH mula mengeluhkan sakit kepala dan mual yang mereka alami. "Ini karena kami tidak dilengkapi pakaian yang cukup, sudah ada 6 anggota saya yang merasakan gejala-gejala terserang anthrax seperti pusing dan mual," ujar Mansyur. Lebih lanjut, Mansyur menjelaskan jikalau petugas kesehtan sangat rentan terkena anthrax. "Sangat rentan. Kemarin saja, kami yang mengubur dan bersentuhan langsung dengan sapi yang positif anhtrax. Bahkan sapi itu sudah akut, karena di hidung dan duburnya telah keluar darah," jelasnya.Petugas kesehtan di RPH Antang berjumlah sekitar 30 orang. Namun, dari 30 orang ini, hanya sekitar 9 orang yang aktif di lapangan saat bakteri anthrax mulai merebak di Makassar.
(ary/)











































