Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam Berkedok Pesta Adat Rambusolo di Toraja

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 22:20 WIB
Foto: Lokasi judi sabung ayam (Dok. Istimewa)
Tana Toraja - Anggota Polres Tana Toraja (Tator) dan Polsek Tondon Nanggala menggerebek judi sabung ayam berkedok upacara adat Rambusolo, di Lembang Tondon Siba'ta, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara.

Pesta adat Rambusolo adalah ritual pemakaman etnis Toraja dengan tradisi Aluk Todolo, yang terdiri dari beberapa rangkaian acara, seperti tarian Ma'badong, pemotongan kerbau dan babi, serta ritual mengarak dan memasukkan peti jenazah ke liang gua.

Paur Humas Polres Tator Aiptu Erwin dalam keterangannya, menyebutkan, tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tator Ipda Aksan Suwardi dan Kapolsek Tondon Nenggala Iptu Alwi, menggerebek lokasi judi sabung ayam di sekitar lokasi pesta adat Rambusolo, di rumah keluarga almarhum Daniel Pa'taddung, di Lembang Tondon Siba'ta, sekitar pukul 12.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita, Minggu (1/12/2019).


"Saat petugas datang ke lokasi pesta adat Rambusolo, langsung membubarkan judi sabung ayam yang dirangkaikan acara adat. Petugas mengimbau warga yang berjudi segera kembali ke rumah mereka masing-masing," ujar Erwin.

Dalam operasi ini, tidak ada pelaku sabung ayam yang diamankan, karena keluarga besar pemilik hajatan dan warga setempat langsung menghentikan aksi sabung ayam di tengah-tengah lokasi acara Rambusolo.


Erwin mengatakan, di lokasi pesta Rambusolo, anggota Polres Tator mendapat informasi, bahwa warga berani menggelar sabung ayam yang disertai taruhan uang, karena telah mendapat izin polisi.

Terkait hal itu, Kapolres Tator AKBP Gregorius Liliek Tribhawono membantah pihaknya memberi izin penyelenggaraan sabung ayam yang dirangkaikan pesta adat Rambusolo.

"Yang kami terbitkan hanyalah izin keramaian untuk melaksanakan ritual adat Rambusolo, izin adanya arena judi di acara Rambusolo itu kabar bohong, kami harap masyarakat Toraja untuk menghormati ritual adat dengan tidak mencampur adukkan adat dengan praktek judi," pungkas Liliek. (mna/gbr)