Dalam Dua Hari, Empat Senjata Ditemukan di Ambon
Kamis, 17 Nov 2005 22:41 WIB
Ambon - Rencana aksi teror di kota Ambon akhir-akhir ini membuat pihak Kepolisian rajin menggelar aksi sweeping. Alhasil, empat senjata ditemukan di tempat berbeda. Sebelumnya, Senin (13/11/2005) lalu, pihak Polda Maluku berhasil menyita dua senjata organik laras panjang buatan Australia dengan satu Magazine berisikan 20 butir peluru kaliber 5,36 mm dari tangan dua pegawai negeri sipil (PNS) berseragam lengkap pada Dinas Perkebunan Provinsi Maluku, Agustinus Latureke dan Paulus Naskay. Penyitaan ini dilakukan setelah seorang anggota Polairud AKP F.M Saliama sedang mengendarai sepeda motor ke tempat tugas di Jl Lateri tiga. Namun matanya mencurigai dua orang pengendara motor yang berada di depannya menenteng bungkusan karung plastik beras. Serta merta, Saliama memerintahkan kedua PNS itu untuk berhenti. Saimima kemudian memeriksa isi karung itu. Matanya terbelalak saat melihat dua pucuk senjata organik laras panjang. Kedua PNS ini langsung diarahkan Saliama ke markas Polairud. Kasus ini, hingga kini masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak Polda Maluku secara intensif. Namun hasil pemeriksaan sementara Reskrim Polda Maluku, diperoleh pengakuan jika kedua PNS ini membawa senjata untuk keperluan berburu. "Mereka mengaku mau berburu. Itu saja pengakuan mereka," ujar Direktur Reskrim Polda Maluku Kombes Bambang Hermanu saat dihubungi detikcom. Hingga kini kedua tersangka belum dapat dihubungi wartawan karena masih menjalani pemeriksaan intensif pihak Reskrim Polda Maluku. Kabid Humas Polda Maluku AKBP Artsianto Darmawan kepada detikcom mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka PNS mengaku jika senjata yang mereka bawa dibeli dari pegawai honorer Dinas Sosial Provinsi Maluku berinisial SL alias L. Mendapat informasi ini, Kamis (17/11/2005) pihak polda Maluku langsung menjemput L di kediamannya. Dari hasil pemeriksaan, L mengaku jika senjata itu didapat dari rekannya JS. Namun JS sendiri menurut L sudah meninggal dunia. "Anehnya orang yang menjual senjata itu sudah meninggal. Akan kita selidiki terus kasus ini," kata Darmawan. Aksi swiping malam hari terus dilaksanakan pihak Polres Pulau Ambon. Misalnya, ruas Jl Rijali, Jl. Jenderal Sudirman, dan Jl Tulukabessy.
(ary/)











































