Kapolri Harus Tinjau Kembali Operasi Sintomaroso
Kamis, 17 Nov 2005 21:21 WIB
Jakarta - Kapolri diharapkan meninjau kembali operasi Sintomaroso di Poso. Karena jika operasi itu gagal, Polri harus mencari metode lain yang lebih efektif untuk mengatasi persoalan di Poso."Kalau gagal oerasi itu, harus dicari metode lain," kata Ketua Komisi III DPR Tri Medya Pandjaitan di Gedung MPR/DPR Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/11/2005).Menurut Tri Medya, Kapolri juga dapat memperpanjang pelaksanaan operasi tersebut. "Jika perlu diperpanjang, Polri juga bisa memperpanjang operasi itu," jelasnya.Tri Medya menjelaskan, dalam raker dengan Kapolri pada Senin (21/11/2005) mendatang, Komisi III akan mempertanyakan persoalan-persoalan terbaru mengenai terorisme, penyergapan pabrik ekstasi, dan masalah-masalah yang terjadi di Poso yang belum tuntas hingga saat ini.Komisi III akan meminta penjelasan dari Kapolri apakah akibat ketidakmampuan aparat atau kuatnya jaringan teroris yang berada di Poso. Tri Medya juga meminta kepada Kapolri agar bersikap tegas kepada aparat yang bertugas di Poso. Jika aparat dinilai tidak mampu kapolri harus berani mengganti aparat yang berada di sana dengan aparat yang lebih mampu.Mengenai masalah keberhasilan penggerebekan pabrik ekstasi, Tri Medya menegaskan usaha pihak kepolisian harus diberikan apresiasi. Dalam tinjauannya ke lapangan, Tri Medya mengaku telah bertemu dengan pemilik pabrik ekstasi Benny Sudradjat. Dalam pertemuannya itu, Tri Medya mendapatkan keterangan dari Benny. "Dia hanya berpikir bisnis saja. Setelah menyetor Rp 5 miliar yang diminta Mr Wong. Dia mau karena menurut Mr Wong, sudah aman," ungkap Tri Medya.
(ary/)











































