Buru Noordin dan Tedi, Densus 88 Sisir Menoreh

Buru Noordin dan Tedi, Densus 88 Sisir Menoreh

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 18:47 WIB
Yogyakarta - Tokoh teroris Noordin Moh Top terus diuber. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri selama dua hari memburu sisa-sisa kelompok sahabat Azahari ini di kawasan pegunungan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Di kawasan pegunungan Menoreh, Densus 88 mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islami di Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. Ponpes yang diasuh oleh KH Priharsoyo itu diduga pernah menjadi tempat persinggahan dan persembunyian kelompok Noordin bersama anak buahnya beberapa waktu lalu. Petugas juga sempat mencurigai menantu KH Priharsoyo, Muhaimin Syatibi, kenal dengan Noordin dan salah satu anak buahnya yang berasal dari Pekalongan. Sekitar 30 anggota Densus 88 dengan menggunakan 3 buah mobil pada hari Rabu (16/11/2005) malam langsung menggerebek dan melakukan sweeping di Ponpes tersebut. Aksi itu sempat membuat ketakutan dan kekhawatiran sejumlah santri yang mondok di ponpes.Para santri yang baru saja usai belajar agama di pondok resah karena petugas langsung menggeledah semua kamar dan ruangan yang ditempati mereka. Tidak hanya itu, petugas juga menyisir beberapa ruangan di sekitar pondok. Bahkan gudang-gudang yang dipakai pondok untuk menyimpan beberapa barang dan kebutuhan pokok pun juga digeledah. Namun setelah mengobok-obok selama lebih kurang tiga jam, hasilnya nihil. Noordin dan anak buahnya tidak ditemukan batang hidungnya. Dugaan bahwa Muhaimin juga menyimpan sebuah senjata api atau buku-buku berkaitan dengan terorisme seperti informasi yang diterima Densus 88 juga tidak terbukti. "Kami sempat ditanya macam-macam oleh petugas terutama berkaitan tokoh Noordin M. Top dan Tedi, seorang anak buah Noordin yang dikabarkan pernah datang di pondok sini," kata Muhaimin kepada wartawan di Ponpes Al Islami, Kalibawang, Kamis (17/11/2005).Menurut Muhaimin, dirinya tidak mengenal sama sekali dengan tokoh yang bernama Noordin M. Top maupun Tedi yang dikatakan berasal dari Pekalongan Jawa Tengah itu. Selain itu petugas juga menanyakan apakah kenal dengan seorang bernama Tedi asal Pekalongan yang dikatakan pernah mampir ke pondok dalam rangka mencari tempat untuk persembunyian Noordin. "Saya jawab tidak kenal dengan dua tokoh tersebut. Kalau ada santri dari luar yang datang ke pondok, pengurus pasti tahu dan mencatatnya," kata Muhaimin.SilaturahimSementara itu Kasatserse Polres Kulonprogo, AKP Tri Sugihartana ketika dikonfirmasi membenarkan bila tim Densus 88 Antiteror telah mendatangi di Ponpes Al Islami. Kedatangan puluhan petugas itu bukanlah sebuah penggerebekan tapi sebagai kunjungan silaturahim saja.Menurut Tri, kedatangan petugas di tempat itu dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi dan mempersempit gerak kelompok Noordin Moh Top. Memang ada informasi mereka sepat mampir ke Kalibawang sehingga petugas pun datang untuk mengecek kebenaran informasi itu. "Kita juga mempersempit gerak mereka, karena kawasan pegunungan Menoreh yang berbukit-bukit itu berdekatan dengan Magelang dan Purworejo yang jauh dari keramaian," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads