RI Jadi Anggota IMO Lagi, Menhub: Ini Membanggakan

Nurcholis Maarif - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 11:34 WIB
Foto: Dok. Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut pencapaian ganda yang diraih Indonesia dalam Sidang International Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Dunia ke-31 di London, Inggris merupakan wujud eksistensi Indonesia di dunia Internasional.

"Ini memang hal yang membanggakan, karena pada saat berangkat ke sana dan harus bertanding dengan negara lain sepertinya tidak mungkin menang," ucap Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (1/12/2019).

"Tapi kekompakan kita di sana untuk bersama menyampaikan pesan tentang apa yang sudah kita lakukan membuat akhirnya Indonesia dipercaya dan mendapat pengakuan di dunia internasional," imbuhnya.


Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua BPK Agung Firman Sampurna di kantor BPK RI Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Seperti diketahui, dalam gelaran pemilihan dalam Sidang IMO ke-31, Indonesia berhasil memenangkan dua pemilihan. Pertama, terpilihnya kembali Indonesia menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Tahun 2020-2021 dan Kedua, BPK RI berhasil terpilih untuk pertama kalinya menjadi eksternal auditor IMO Tahun 2020-2023.

Budi mengatakan beberapa manfaat dari bergabungnya Indonesia ke dalam keanggotaan IMO di antaranya Indonesia akan mendapatkan informasi-informasi penting dan terkini di bidang kemaritiman yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk semakin memajukan sektor maritim.

"Ke depannya juga bisa menawarkan anak muda kita bekerja sebagai volunteer di IMO dengan harapan bisa bekerja tetap di sana," ucap Budi.

Setelah terpilih kembali menjadi anggota dewan IMO kategori C, Budi mengatakan, Indonesia memiliki tiga isu yang menjadi fokus untuk dibahas di dalam Forum IMO. Pertama, tentang lingkungan hidup dengan isu sampah plastik. Kedua, berkaitan dengan SDM vokasional di Indonesia di sektor maritim yang tidak kalah dengan negara lain. Ketiga, peran perempuan yang sudah banyak berbuat untuk sektor maritim di Indonesia.

Budi menerangkan, ketiganya isu yang unik dan Indonesia mempunyai kepentingan akan hal tersebut, selain tentu saja masalah keselamatan dan keamanan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, kemenangan ini dikarenakan adanya kekompakan di antara tiga pihak yakni Kemenhub, BPK RI, dan Kemenlu sehingga profesionalitas Indonesia dapat dipercaya dan diakui di kancah internasional.


"Kemarin kami bertiga bertemu bersama tim masing-masing dan membahas strategi pemenangan ini. Terutama untuk pemilihan external auditor ini sangat sulit karena kompetitornya Inggris (sebagai tuan rumah) dan Italia," ucap Retno.

"Medannya sangat berat, tapi karena kita bersatu menyusun strategi, pada akhirnya kita dapat memenangkan pertandingan ini. Kami menurunkan full team diplomat senior yang dipimpin oleh Rahmat Budiman untuk membantu lobby menjelang pemilihan dilakukan. Karena kekompakan kita menang, bahkan kemenangan ganda sekaligus bagi Indonesia," jelas Retno.

Sementara itu, Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Kemenhub sebagai Ketua Delegasi di IMO dari Indonesia karena sudah bersatu dan solid untuk pemenangan Indonesia.

"Ke depannya BPK RI akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan kinerja IMO, sehingga diharapkan dapat mengumpulkan data dan informasi yang detail guna mendukung kemajuan maritim di Indonesia," ujar Firman. (prf/ega)