MIND ID Berikan Dana Riset Rp 3 M ke Peneliti ITB, ITS dan UI

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 30 Nov 2019 11:24 WIB
Foto: Mind Id
Jakarta -

Holding Industri Pertambangan MIND ID akan memberikan pendanaan kepada tiga peneliti terpilih untuk melanjutkan penelitian hingga ke skala industri dengan total sampai Rp 3 M yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Ketiga peneliti tersebut adalah pemenang dari kompetisi Inovasi Mining and Minerals Industry Institute (MMII) Research Awards 2019 yang sudah mencapai tahap akhir.

CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak, menjelaskan bahwa ketiga peneliti terpilih akan dibiayai untuk melanjutkan penelitiannya sesuai proposal masing-masing dan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh Grup MIND ID.

"Hari ini kita tidak hanya bangga memiliki tambang, tetapi juga dengan pemikiran dan inovasi di industri tambang melalui ajang seperti MMII Research Award. Kami mengharapkan hasil penelitian ini tidak hanya berakhir di rak perpustakaan, tetapi bisa dimanfaatkan oleh kami. Untuk menjadi pemain kelas dunia, harus ada biaya riset yang memadai dan harus kita keluarkan," ujar Orias dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/11/2019).

Ketua Dewan Juri MMII Research Awards 2019 Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah, SE, M.Sc menjelaskan peneliti terpilih merupakan hasil dari penyaringan proposal yang dilakukan oleh 8 dewan juri. Di antaranya Prof Dr. Ir. Irwandy Arif (Staf Khusus MESDM), Prof. Dr. Ir. Bambang Suharno (Guru Besar Universitas Indonesia), Prof. Dr. Ir. Bambang Sunendar (Guru Besar Institut Teknologi Bandung), dan Dr. Ir. R. Suchyar (PERHAPI).

Pada MMII Research Award 2019, lima finalis tersebut mempresentasikan program penelitiannya kepada Dewan Juri, Dewan Advisory Board, dan seluruh CEO anggota Holding MIND ID yang terdiri dari PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, dan PT TIMAH Tbk.

"Kelima finalis yang berkompetisi ini telah melewati dua tahapan yakni tahap Seleksi Proposal (8/10) dan Seleksi Presentasi (15/10). Di sesi final ini, Dewan Juri dan Advisory Board MMII menilai dan menentukan secara langsung tiga terpilih. Jadi dalam kompetisi ini tidak ada juara satu, dua atau tiga. Tapi ketiganya adalah yang terpilih dan berhak memperoleh pendanaan," ujar Agus Tjahajana.

Ketiga peneliti yang berhasil mendapatkan pendanaan tersebut yaitu, Dr. Eng. Januarti Jaya Eka Putri S.T., M.T dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan judul penelitian 'SIBELHIJAU: Inovasi Produk Beton Ramah Lingkungan Dengan Kandungan Mikroba Terkapsulasi dalam Limbah B3' yang memanfaatkan limbah hasil pembakaran batubara (fly ash bottom ash) untuk digunakan kembali sebagai bahan konstruksi pengganti semen.

Kedua, Prof. Dr. Mohammad Zaki Mubarok S.T., M.T dari Institut Teknologi Bandung dengan judul penelitian 'Pengembangan Teknologi Sintesis Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat dari Bijih Nikel Laterit untuk Material Katoda Baterai Lithium Jenis Nickel-Manganese-Cobalt (NMC) Oxide untuk Aplikasi Kendaraan Listrik' dengan manfaat penelitian penguasaan teknologi pemrosesan nikel sebagai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik.

Ketiga, Dr. Ir. Sotya Astutiningsih M.Eng dari Universitas Indonesia dengan judul penelitian dengan judul penelitian 'Pemanfaatan Terak Feronikel Sebagai Mortar Cetak Tiga Dimensi untuk Industri Konstruksi' yang akan meningkatkan nilai tambah produk samping pengolahan nikel untuk bahan material konstruksi dikombinasikan dengan teknologi cetak konstruksi tiga dimensi.

Acara final MMII Research Award 2019 itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut ulang tahun kedua MIND ID yang bertujuan untuk memberikan apresiasi dan kolaborasi antara industri dan para peneliti. MIND ID melalui Divisi MMII berkomitmen untuk menjembatani hasil penelitian/riset anak bangsa guna memenuhi kebutuhan industri.

MMII Research Awards 2019 berhasil menarik 153 tim dengan total peserta 564 peneliti dengan total proposal yang diterima mencapai 124 proposal yang berasal dari seluruh instansi universitas dan lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Simak Video "Cerita Reza, Anak Sopir yang Lulus Cumlaude dari ITB"



(mul/mpr)