Saatnya Institusi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Berperan Aktif

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikNews
Sabtu, 30 Nov 2019 11:13 WIB
Foto: UMN
Jakarta -

Tantangan baru industri kreatif dan media terus hadir dalam era komunikasi digital seperti saat ini, misalnya data literacy dan mobile first. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan industri tak pelak lagi menjadi jalan yang harus ditempuh dalam menjawab tantangan tersebut.

Demikian juga dengan pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi dan asosiasinya yang harus segera bersiap menjadi lembaga yang strategis dalam bersinergi mengembangkan kurikulum Ilmu Komunikasi, sesuai dengan kebutuhan industri yang ada.

Beberapa waktu lalu sinergi antara pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi dan industri akan mulai diwujudkan dengan ditandai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (FIKOM UMN) dengan beberapa pihak yaitu ASPIKOM, ISKI, P3I, PERHUMAS, SONAR PLATFORM, LEVERATE, dan DEWAN PERS.

Penandatangan MoU tersebut menjadi bagian dalam Seminar Nasional bertajuk Kolaborasi dalam Era Komunikasi Digital yang diselenggarakan oleh FIKOM UMN. MoU tersebut berisikan tentang kerjasama di bidang pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat antara UMN dengan industri maupun asosiasi terkait.

"Melalui Seminar Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri ini, UMN berharap bisa memperluas wawasan tentang praksis komunikasi di era digital dan dari sisi akademis bisa mempertajam kurikulum, sehingga capaian pembelajaran seperti dicerminkan oleh alumni UMN," kata Ninok Leksono selaku Rektor UMN dalam keterangannya, Sabtu (30/11/2019).

Beragam isu menarik seperti isu kolaborasi antara perguruan tinggi Ilmu Komunikasi dan industri, transformasi pembelajaran Ilmu Komunikasi dalam memenuhi kebutuhan industri, sinkronisasi capaian pembelajaran, kurikulum, sarana prasarana, dan peran serta asosiasi pendidikan tinggi menjadi bahasan yang mendalam di acara seminar tersebut.

"Seluruh prodi (program studi) bergerak untuk menyambut era digital. Kami berharap tentunya kondisi ini memacu semakin banyak lagi mata kuliah yang terintegrasi dengan bidang2 algoritma, big data, dan lain sebagainya," kata Muhammad Sulhan, Ketua ASPIKOM Pusat.Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) diharapkan menjadi sebuah organisasi penyatu 'kawah candradimuka' dari beragam institusi pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi di Indonesia. ASPIKOM berperan aktif mengantisipasi industri 4.0 dengan memperhatikan dampak-dampak dari adanya industri 4.0 ini. Penataan organisasi, kesetaraan status perguruan tinggi, dan beragam tata kelola prodi Ilmu Komunikasi merupakan bagian dalam persiapan institusi pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi di Indonesia memasuki era digital.

Saatnya Institusi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Berperan AktifFoto: UMN


Sejalan dengan Sulhan, Deddy Irwandy, Ketua ASPIKOM Jabodetabek mengatakan "ASPIKOM memastikan kurikulum sesuai dengan luaran yang cocok dengan kebutuhan industri, laboratorium sesuai dengan industri, jurusan sesuai dengan kebutuhan zaman," terangnya

Kolaborasi pendidikan tinggi Ilmu Komunikasi dan industri menjadi penting dan tinggi urgensinya. Perlu ada sinkronisasi antara kebutuhan dan ekspektasi industri dengan profil lulusan universitas sehingga membawa manfaat bagi kedua pihak. Selain itu, laboratorium Ilmu Komunikasi juga harus memainkan peran dalam mendukung dan melahirkan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan di era digital. Penguasaan teknologi merupakan kunci sukses bagi lulusan ilmu komunikasi.


Selain penandatangan MoU, Fakultas Ilmu Komunikasi UMN, dalam kesempatan yang sama, juga meresmikan CollaboHub dan Collaborative Class room yang merupakan hasil pengembangan Laboratorium FIKOM UMN. Dalam peluncurannya, laboratorium FIKOM UMN mendemonstrasikan sejumlah kegiatan seperti data driven journalism, multi-smartphone camera live streaming, data analytics with python dan sejumlah kegunaan lain dari laboratorium CollaboHub. Eksperimen dan pengembangan ini dilakukan untuk menunjang aktivitas pembelajaran dan riset di FIKOM UMN.

"Kita harus terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan perubahan. FIKOM UMN melalui laboratorium melakukan eksperimen dan pengembangan yang hasilnya dapat digunakan untuk mendukung kurikulum prodi sekaligus bermanfaat secara praktis bagi industri," terang Albertus Prestianta selaku Koordinator Laboratorium FIKOM UMN.

Saatnya Institusi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Berperan AktifFoto: UMN


Menurut Albertus, tujuan hadirnya laboratorium FIKOM UMN adalah memajukan pendidikan Ilmu Komunikasi karena teknologi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan Ilmu Komunikasi.

"Kita harus merangkul teknologi, menjadikannya sebagai bagian dalam aktivitas belajar guna meningkatkan kualitas peserta didik," tambahnya.

Sekarang sudah saatnya institusi pendidikan tinggi dan asosiasinya berperan aktif dalam berinovasi mengembangkan kurikulum pembelajaran dan mengintegrasikan riset-riset mutakhir yang disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0 sehingga menghasilkan lulusan mahasiswa yang terampil dan siap bersaing untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut.

Turut hadir sebagai pembicara panel dalam seminar nasional; CEO KG Media Andy Budiman, Ketua Asosiasi Jurnalis Indonesia Abdul Manan, Dr. Catur Suratnoaji Perwakilan ASPIKOM Pusat, Dr. Hery Margono selaku Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, dan Misty Maitimoe selaku Deputy Managing Director Ogilvy PR Indonesia.

Simak Video "Menristekdikti: Jokowi Setuju soal Rektor Asing, Tapi..."



(mul/ega)