detikNews
Sabtu 30 November 2019, 05:30 WIB

Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahallah & Syafahullah, Apa Perbedaannya?

Niken Widya Yunita - detikNews
Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahallah & Syafahullah, Apa Perbedaannya? Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafahallah & Syafahullah, Apa Perbedaannya?/Foto: iStock
Jakarta - Terkadang kita bingung saat memberikan ucapan ketika ada teman, saudara, atau tetangga yang sedang sakit. Apakah syafakallah, syafakillah, syafahallah, atau syafahullah. Apa perbedaannya?


Syafakillah atau syafakallah diambil dari hadits shahih yg diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.


"Allahumma rabban naas mudzhibal ba'si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa'an laa yughaadiru saqoman"


Artinya: "Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi." (HR. Bukhari dan Muslim).




Syafakillah dan syafakallah adalah bagian dari doa kesembuhan tersebut. Tulisan lengkap dari doa tersebut adalah sebagai berikut:


Untuk perempuan:


"Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"


Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.


Untuk laki-laki:


"Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman"


Artinya: Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.


Arti Syafahullah juga semoga Allah menyembuhkannya (laki-laki). Sementara Syafahallah artinya semoga Allah menyembuhkannya (perempuan).


Lalu bagaimana perbedaannya? Bila Syafakallah dan Syafakillah diucapkan untuk orang kedua, yang berarti untuk orang yang sedang menjadi lawan bicara. Syafahullah dan Syafahallah diucapkan untuk orang ketiga yang bisa jadi tidak sedang berada di tempat secara langsung denganmu.


Jawaban Syafakallah, Syafakillah, Syafahullah, dan Syafahallah cukup bilang Aamiin atau jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu).


Rasulullah menganjurkan kita menjenguk orang sakit. Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW:





عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ "حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إذَا لَقِيْتــَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاك


فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَك فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَ إِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذاَ ماَتَ


فاتـْبَعْهُ". (رَواهُ مُسلمٌ، بَابُ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ لِلْمُسْلِمِ رَدُّ السَّلَامِ برقم 2162)





Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:


-Jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,

-Jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,

-Jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,

-Jika ia bersin dan mengucapkan: Alhamdulillah maka doakanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),

-Jika ia sakit maka jenguklah dan

-jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya'. (HR. Muslim, no. 2162).




Rasulullah SAW juga menuntun umatnya untuk menyikapi saudaranya yang sedang sakit. Ada pahala yang sangat besar yang dijanjikan untuk menjenguk orang sakit.


Hadits Pertama:





إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ


"Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus- menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang (kembali)." (HR. Muslim no. 6498).





Hadits Kedua:


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ


"Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga. (HR. At-Tirmidzi no. 969)



Ketika menjenguk orang sakit, Rasullah SAW juga mengajarkan kita doa untuk kesembuhan:





إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.


Apabila Beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata, 'Laa ba'-sa thahuurun

Insyaa Allaah'


Artinya: "Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah". [HR. Al-Bukhari].


(nwy/erd)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com