Diskriminasi 'Perempuan Tak Perawan' Terjadi di Mana-mana

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 19:14 WIB
Foto ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

3. Zimbabwe: gadis 12 tahun diperiksa

Dilansir Human Rights Watch, Presiden Dewan Gereja Kerasulan Zimbabwe, Uskup Agung Johannes Ndaga, menjelaskan soal tes keperawanan di gereja-gereja Zimbabwe. Ini erat kaitannya dengan pernikahan di bawah umur.

Tes keperawanan dengan cara memasukkan dua jari ke vagina anak perempuan usia 12 tahun. Ini dipraktikan di gereja-gereja apostolik, jumlahnya ada seribuan di Zimbabwe. "Bila gadis itu terbukti perawan, maka dia akan mendapat tanda di dahinya," kata Johannes Ndaga, tahun 2015.



"Pria yang lebih dewasa di gereja kemudian akan memilih gadis-gadis segar itu untuk dijadikannya istri, kadang juga ikut kumpulan poligami. Bila seorang pria menikahi perempuan yang tidak perawan, maka perempuan itu diwajibkan untuk menemukan perempuan perawan lain untuk diperistri oleh suaminya sebagai kompensasi," kata dia.

Human Rights Watch menyatakan praktik ini sebagai diskriminasi. WHO sendiri menyatakan tes keperawanan sebagai praktik yang mendiskreditkan dan bentuk kekerasan tanpa landasan ilmiah.


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7