"Saya sudah minta Pak Dirjen (Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan) turun. Nanti dilihat dulu masalahnya apa," ujar Siti di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).
Siti mengaku belum mengetahui detail penyebab serta luas wilayah yang tercemar di Sungai Bengawan Solo. Siti masih menunggu laporan dari tim di lapangan.
"Belum tahu. Nanti, Pak Dirjen lagi turun ke lapangan," tuturnya.
Sebelumnya, aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Cepu, Blora, tercemar parah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan sudah menemukan data-data pencemaran dari limbah ciu hingga kotoran ternak babi.
"Nah, sementara kan kita ketahui ada dari tekstil, ada dari alkohol ciu, ada dari batik, ada dari limbah ternak babi," kata Ganjar, Selasa (26/11).
Ganjar mengatakan akan menemui pihak yang diduga melakukan pembuangan limbah ke sungai. (lir/haf)











































