Gara-gara Hantu Cekik, Kades di Demak Tak Tidur 13 Hari
Kamis, 17 Nov 2005 15:15 WIB
Demak -
Terlepas dari percaya atau tidak percaya, hantu cekik ternyata benar-benar merepotkan. Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Karangtengah, Suwardi terpaksa tak tidur selama 13 hari. Suwardi harus begadang bersama warga setiap malam terkait isu hantu cekik berkeliaran."Setiap malam saya harus lek-lekan bersama warga. Sementara pagi dan siang saya harus ngantor. Praktis waktu istirahat hanya beberapa jam, itu pun habis untuk menerima laporan warga dan mengecek warga," kata Suwardi dengan mata masih merah, saat ditemui di Kantor Desa Rejosari, Karangtengah, Demak, Kamis (17/11/2005).Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu dari 4 kecamatan yang warganya diresahkan isu hantu cekik bergantayangan. Tiga kecamatan lainnya yang dilanda isu serupa yakni Sayung, Bonang dan Guntur. Suwardi meyakinkan hantu cekik memang benar-benar ada. Ia mengaku pernah menyaksikan langsung warganya yang menjadi korban hantu cekik. "Korban seperti orang yang kejang sambil bicara meracau. Beberapa saat kemudian orang itu sadar karena ditolong warga sekitar," cerita Suwardi. Menurut warga, hantu cekik muncul dari rumah kosong yang tak dihuni, pepohonan yang gelap dan kuburan. Hantu cekik kadang berwujud seperti cahaya yang melintas di langit-langit. Beberapa hari lalu, kata Suwardi, ada warga yang menjumpai hantu cekik berupa seekor bebek di atas atap. Warga sempat mengejarnya namun keburu hilang dalam kegelapan. Desa Rejosari sempat mendatangkan ulama terkenal untuk mengusir hantu cekik itu. Ulama itu lantas memberikan pengajian. Namun sang ulama mengatakan tak ada apa-apa di desa tersebut. Meski begitu, Suwardi tetap yakin hantu cekik benar-benar ada. Katanya, hantu cekik itu datang mulai pukul 17.00-04.00 WIB dini hari. "Kalau tak percaya entar malam saya tunggu, silakan buktikan sendiri," kata Suwardi. Suwardi juga membantah 4 warga desanya meninggal akibat hantu cekik. Keempat warga yakni Mustofa (21), Koriatun (14), Monadi (50) dan Susilo (27) meninggal karena penyakit biasa.'Mereka meninggal sebelum hantu cekik muncul. Mereka tidak meninggal dalam hari yang sama. Yang tiga orang meninggal sebelum puasa. Yang terakhir Susilo itu sebelum lebaran," kata Suwardi. Sebelumnya Kapolres Demak AKBP Eko Cahyanto menyatakan keempat warga itu meninggal pada Selasa (15/11/2005). Eko juga menyatakan keempat orang yang diisukan sebagai korban hantu cekik itu meninggal karena penyakit biasa.
(iy/)










































