detikNews
Jumat 29 November 2019, 09:55 WIB

Menteri Nadiem Disarankan Ganti UN dengan Portofolio Karya Siswa

Indra Komara - detikNews
Menteri Nadiem Disarankan Ganti UN dengan Portofolio Karya Siswa Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji. (Foto: Rahel/detikcom)
FOKUS BERITA: UN Tinggal Kenangan?
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sedang mengkaji penghapusan Ujian Nasional. Sebagai gantinya, Nadiem diminta agar mendorong siswa memiliki portofolio karya.

"Era yang sekarang harusnya portofolio, berarti karya siswa dari hari pertama masuk sampai terus itu ada karyanya dibuat portofolio," kata Pengamat pendidikan Indra Charismiadji, kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Indra mengatakan, UN yang selama ini diterapkan tak bisa menjadi tolak ukur kelulusan siswa. Dia kemudian menganalogikan UN seperti timbangan rusak.

"UN itu kan alat ukur, jadi UN itu kan sama kayak timbangan tujuannya untuk mengukur berat badan. Sayangnya UN kita itu timbangan yang rusak, artinya itu tak mengukur betul kemampuan siswa sudah terlampau banyak muncul ketidakjujuran atau diakalin dengan munculnya bimbel itu. Banyaknya bimbel muncul online maupun offline itu tanda mutu sekolah kita buruk, jadi justrunya yang buat munculnya bimbel dihilangkan, jadi evaluasinya harus diubah, jadi kalau fokus pembangunan SDM ya harus diubah," terangnya.



Lebih lanjut, Indra menjelaskan, karya sebagai hasil akhir masa pendidikan bisa berupa karya tulisan, gambar, barang, atau bahkan video game. Dia mengatakan, hasil karya yang tercipta itu merupakan hasil nyata dari implementasi teori di dalam kelas.

"Ada fisikanya, ada semua, jadi bukan cuma teori, praktik karya nyata itu yang dibutuhkan sekarang. Kalau dulu kita kan era teori," jelasnya.

Dalam istilahnya, Indra melanjutkan, metode hasil akhir berupa karya bisa masuk dalam kategori STEM (Science, Technology, Engineering and Maths). Hal tersebut sudah diterapkan di berbagai negara.

"Era yang sekarang itu mata pelajaran itu sudah tidak parsial lagi, tapi sudah terintegrasi namanya Science, Technology, Engineering and Maths, itu pola modern negara lain sudah itu. Hampir semua seluruh dunia sudah mengarah ke sana negara tetangga kita saja, di Filipina, Vietnam, Thailand, Singapura sudah ke sana," jelasnya.



Sebelumnya, Mendikbud Nadiem belum bisa menjelaskan lebih jauh hasil kajian tersebut. Nadiem mengatakan Kemendikbud saat ini tengah berupaya menciptakan kesinambungan antara sistem pendidikan dan dunia industri. Salah satu caranya adalah deregulasi dan debirokratisasi.

"Arahan Pak Presiden untuk menciptakan link and match antara sistem pendidikan kita dan apa yang dibutuhkan di dunia industri dan lain-lain. Untuk mencapai itu, ada beberapa hal yang satunya adalah deregulasi dan debirokratisasi dari semua instansi unit pendidikan. Makanya platformnya yang kami sebutkan itu merdeka belajar," kata Nadiem.


Simak Video "Nadiem Jadi Mendikbud, Bayar Sekolah Pakai Gopay Benar-benar Terjadi"

[Gambas:Video 20detik]


(idn/imk)


FOKUS BERITA: UN Tinggal Kenangan?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com