DPRD Sulsel Pertimbangkan Setujui Rp 100 M untuk Renovasi Mattoanging

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 02:27 WIB
Stadion Mattoanging Sulsel. (Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Makassar - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) mempertimbangkan hanya menyetujui Rp 100 miliar dari Rp 200 miliar yang diusulkan Pemprov Sulsel untuk renovasi Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging. Banggar meminta Pemprov untuk terlebih dahulu menyelesaikan perencanaan hingga Detail Engineering Design (DED) untuk renovasi Mattoanging.

"Stadion Mattoanging yang berkembang di dalam (rapat Banggar) itu Rp 200 M itu nggak mungkin habis, artinya Rp 100 M saja dulu, selesaikan mi perencanaannya, DED-nya, dan sebagainya," ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah usai rapat Banggar DPRD terkait RAPBD 2020 di DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (28/11/2019) malam.



Pengurangan dana Rp 100 miliar tersebut dilakukan agar dana Rp 100 miliar lainnya dapat dialokasikan untuk perbaikan GOR Sudiang. "Supaya kita bisa fokus bantu sedikit beberapa perbaikan di Sudiang," imbuhnya.

Sebelumnya dalam rapat antara Komisi E DPRD Sulsel bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), sejumlah anggota dewan sempat menyarankan agar Pemprov baiknya menuntaskan pembangunan Stadion Barombong ketimbang renovasi Mattoanging. Namun Ni'matullah menilai wacana tersebut tidak tepat.

"Karena kalau Barombong kita nggak bisa ngapa-ngapain, masih dalam audit forensik, audit BPKP, ya saya kira nggak fair kita masuk dana sementara belum selesai (diaudit). Terutama audit forensik, karena audit forensik itu menyangkut ketahanan bangunan, nah kita nggak mau tiba-tiba ada event di situ ada satu bagian yang roboh, nah itu bisa ada korban jiwa," kata Ni'matullah.



Saat ini Inspektorat Sulsel dengan menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah melakukan audit forensik di Stadion Barombong.

"Jadi audit forensik yang dilakukan Unhas ini memang mau selesai, karena meneliti kekuatan struktur, kekuatan apa dan sebagainya, karena kemarin diragukan pembangunannya bisa sekuat yang diharapkan," paparnya. (nvl/idn)