Bina UKM Jadi Produktif, Gubernur Jatim Raih Penghargaan dari Wapres

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 17:57 WIB
Foto: Pemda Jatim
Jakarta - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meraih Penghargaan Pembina Produktivitas Paramakarya Tahun 2019. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin kepada Gubernur Khofifah di Istana Wapres RI.

Penghargaan yang diprakarsai oleh Kementerian Tenaga Kerja RI ini diberikan kepada Khofifah atas dukungan dan pembinaannya, kepada perusahaan UKM asal Jatim yang berhasil meningkatkan produktivitasnya. Sehingga perusahaan tersebut meraih penganugerahan Produktivitas Paramakarya Tahun 2019.

Menurut Khofifah, penghargaan ini berkat upaya seluruh pihak untuk memajukan sektor UKM di Jatim. Ke depan, dirinya berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor tersebut. Agar produktivitas dan kinerja sektor UKM ini semakin meningkat, gubernur wanita pertama di Jatim ini siap mendorong kemudahan akses permodalan kepada sektor tersebut, contohnya lewat KUR.


"Maka sektor UKM harus mendapatkan ruang, baik permodalan seperti KUR, pendampingan, akses pasar maupun proteksi regulasi yang dibutuhkan. Misalnya untuk petani garam, nelayan, dan sektor yang lainnya," kata Khofifah, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Kemudian, juga dibutuhkan sinkronisasi regulasi guna memberikan ruang gerak dan proteksi bagi pelaku UKM. Sebab regulasi yang sinkron akan menjawab kebutuhan dan menghilangkan kendala yang menghambat berkembangnya sektor UKM.

Berdasarkan data BPS, Jatim adalah provinsi industri, dengan jumlah 816.804 unit usaha, yang menyerap total 3.186.646 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 793.280 atau 97,12 persennya adalah perusahaan industri kecil, yang mampu menyerap sebanyak 1.835.827 atau 57,6% dari total keseluruhan tenaga kerja di Jatim. Sedangkan perusahaan yang masuk industri menengah di Jatim adalah sebanyak 22.323 perusahaan, yang menyerap sebanyak 969.696 atau 30,43% dari total tenaga kerja di Jatim.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah mengatakan penghargaan Paramakarya ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya minimal 3 tahun berturut turut. Penghargaan produktivitas tersebut terdiri dari penghargaan Siddhakarya dan Paramakarya.

Paramakarya, lanjut Ida, adalah penghargaan produktivitas tingkat nasional, yang diberikan oleh Presiden RI/Wakil Presiden setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Sedangkan Siddhakarya merupakan penghargaan produktivitas tingkat provinsi, yang diberikan oleh Gubernur/Wakil Gubernur pada setiap tahun genap.

Kedua penghargaan ini, baik Penghargaan Siddhakarya maupun Paramakarya dibagi menjadi 3 kategori, yaitu untuk perusahaan Besar, Menengah dan Kecil. Tahun ini, terdapat 30 perusahaan yang menerima penghargaan Paramakarya, yaitu 5 perusahaan kategori besar, 9 perusahaan kategori menengah, serta 16 perusahaan kategori kecil.

"Keberhasilan ketigapuluh perusahaan tersebut meraih penghargaan ini, yang mengantarkan kepala daerah, meraih Penghargaan Paramakarya," kata Ida.

Kadisnaker Jatim Himawan Estu menambahkan, untuk Jatim, pada saat pelaksanaan Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya tahun 2018, terdapat 6 (enam) perusahaan yang menerima penganugerahan Siddhakarya dan berhak mewakili Provinsi Jawa Timur menjadi nominator Penganugerahan Paramakarya Tahun 2019.


Keenam perusahaan tersebut adalah UD. Dede Satoe Surabaya, UD. Rizqi Agung Ponorogo, CV. Medali Mas Kota Kediri, CV. GTT Kab. Kediri, CV. Bintang Anugerah Kota Mojokerto, dan CV. Anugerah Alam Abadi dari Kab Bondowoso. Namun yang berhasil tembus hingga menjadi pemenang Paramakarya tahun ini adalah UD. Dede Satoe. Sementara perusahaan yang masuk menjadi nominator adalah UD Rizqi Agung dari Kabupaten Ponorogo, dan CV Bintang Anugerah dari Kota Mojokerto.

Selain Khofifah, sebanyak 22 gubernur lainnya juga menerima penghargaan ini. Hadir pula dalam kesempatan ini, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju, Kadisnaker Jatim, Himawan Estu, serta para Kadisnaker provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala UPTD bidang Produktivitas Disnaker se-Indonesia.


Simak Video "ICW Minta Penghargaan Antikorupsi Milik Jokowi Ditarik"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)