Polres Bantah Hantu Cekik Bergentayangan di Demak
Kamis, 17 Nov 2005 13:36 WIB
Demak - Polisi tak menemukan saksi yang melihat langsung atau menjadi korban hantu cekik yang diisukan bergentanyangan di empat kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keberadaan hantu cekik sejauh ini hanya didasarkan pada cerita dari mulut ke mulut."Orang-orang yang kita datangi di 4 kecamatan itu mengaku hantu itu hanya katanya..katanya, tapi tak jelas siapa orang yang pernah melihat langsung hantu itu," kata Kapolres Demak AKBP Eko Cahyanto saat dihubungi detikcom via telepon, Kamis (17/11/2005). Menurut Kapolres, hantu cekik itu hanya sebatas klenik yang beredar di masyarakat. "Itu tak benar. Memang kalau dalam urusan klenik masyarakat kita sangat antusias membincangkan," jelas Eko.Polres Demak telah melakukan penyelidikan terhadap keluarga 4 warga yang meninggal yang diduga menjadi korban hantu cekik. Keempat warga itu yakni Mustofa (21), Koriatun (14), Monadi (50) dan Susilo (27). Warga Desa Rejosari, Karangtengah itu meninggal secara berturutan dalam sehari pada Selasa (15/11/2005). "Setelah dicek mereka meninggal karena sakit. Mustofa dan Koriatun meninggal karena sakit batuk dan minum obat sampai 2 tablet," kata Eko. Empat kecamatan di Demak yakni Karangtengah, Sayung, Bonang dan Guntur, belakangan ini resah akibat munculnya isu hantu cekik tengah bergentayangan. Hantu itu datang pada malam hari dan mencekik korbannya. Isu itu bermula dari kematian empat warga Rejosari yang meninggal secara berturutan pada hari yang sama.Akibat isu itu warga tidak bisa tidur karena harus berjaga-jaga. Di sejumlah desa bahkan warga tak berani tidur di rumahnya. Mereka memilih tidur di luar rumah ramai-ramai dengan tetangganya.
(iy/)











































