Istri Eks Walkot Palembang Akui Beri Rp 20 M ke Muhtar Urus Sengketa Pilkada

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 15:01 WIB
Foto: Sidang Muhtar Ependy (Faiq Hidayat-detikcom)
Foto: Sidang Muhtar Ependy (Faiq Hidayat-detikcom)
Jakarta - Istri eks Wali Kota Palembang Almarhum Romi Herton, Masyito, mengaku pernah memberikan uang Rp 20 miliar kepada Muhtar Ependy secara bertahap. Uang tersebut diberikan untuk mengurus sengketa Pilkada Kota Palembang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Masyito mulanya mengenal Muhtar Ependy sebagai pengusaha. Menurut dia, Istri Muhtar juga sempat mengirimkan foto Muhtar di ruang kerja mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

"Mintanya memang tidak langsung ke saya. Tapi komunikasi antara terdakwa dengan almarhum suami saya. Saya tidak tahu terlalu banyak tapi suami saya menyampaikan bahwa Muhtar minta sediakan uang Rp 15 miliar," kata Masyito saat bersaksi dalam persidangan Muhtar Ependy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).



Pada tahun 2015, Romi Herton divonis 6 tahun penjara dan Masyito divonis 4 tahun penjara. Keduanya bersalah menyuap eks Ketua MK Akil Mochtar untuk memuluskan gugatan sengketa Pilkada Palembang 2013. Saat menjalani hukuman, Romi meninggal dunia di RS Hermina Serpong karena sakit.

Kembali ke keterangan Masyito. Dia mengatakan, Akil Mochtar sebagai ketua majelis saat sidang sengketa pilkada tersebut. Namun Muhtar tidak menyebut uang itu untuk Akil Mochtar.

"Dia (Muhtar Ependy) tidak mengatakan ke saya bahwa uang ini untuk Akil Mochtar. Dia cuma mengatakan uang itu disiapkan untuk pengurusan sengketa pilkada di MK," ucap dia.



Untuk memenuhi permintaan itu, Masyito mengatakan diperintah suami untuk menyiapkan uang Rp 15 miliar. Uang itu dimasukan dalam koper untuk diantarkan ke kantor Bank Kalimantan Barat (Kalbar) cabang Jakarta.

"Tadinya Muhtar minta semua dalam USD. Tapi saya nggak sanggup menukarkan uang sebesar itu semua dalam bentuk USD, yang bisa saya tukarkan hanya Rp 4 miliar. Uang Rp 11 miliar saya masukan dalam koper itu ada 4-5 koper, yang Rp 4 miliar dalam USD itu di tas biru," jelas dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2