Polri Cegah Teror Bom Natal
Kamis, 17 Nov 2005 12:59 WIB
Jakarta - Aksi teror bom dikhawatirkan masih akan terjadi di Indonesia, termasuk saat Natal dan Tahun Baru. Oleh karenanya Polri akan mengoptimalkan usaha pengamanan pada saat peringatan hari besar umat nasrani tersebut."Tentu kita akan persiapkan secara maksimal untuk mengamankan," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto kepada wartawan di sela-sela pertemuan petinggi polisi se-ASEAN di Hotel Hilton, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (17/11/2005).Sutanto juga mengakui kemungkinan adanya teror bom pada saat peringatan Natal dan Tahun Baru. "Di Malang ditemukan jumlah bom yang cukup besar di tempat Azahari tertembak dan di Semarang. Totalnya 47 bom. Tentu ini punya maksud untuk mengancam berbagai tempat. Jangan sampai mereka punya peluang untuk membuat bom-bom seperti ini tentunya," terang Kapolri.Menyangkut ditemukannya VCD pengakuan pelaku Bom Bali II, Sutanto menjelaskan bahwa pernyataan orang bertopeng yang akan melawan AS dan sekutunya sebagai sesuatu yang tidak tepat."Itu kan masalah luar negeri, tapi kok diangkat di sini. Tentunya tidak tepat. Memang semua negara harus sama-sama menjamin keamanan mereka," tukasnya.Ketika disinggung apakah VCD tersebut akan diputar dalam pertemuan petinggi polisi se-ASEAN, Sutanto menampiknya. "Saya kira itu bukan untuk konsumsi di pertemuan ini. VCD itu kan untuk disebarkan lewat ulama-ulama agar generasi muda tidak teracuni," jelas jenderal bintang empat tersebut.
(san/)











































