Cegah Lalin Carut-Marut, Pemprov DKI Diminta Siapkan Jalur Khusus Motor

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 13:25 WIB
Foto: Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono (Eva Safitri-detikcom)
Foto: Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono (Eva Safitri-detikcom)
Jakarta - Forum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti masalah lalu lintas di DKI Jakarta yang dianggap carut-marut. Menurutnya, perlu ada jalur khusus sepeda motor yang disiapkan untuk memperbaiki kondisi lalu lintas.

"Kata kuncinya ya kalau kita mau membangun pejalan kaki yang baik, kita lihat lah budaya kita bukan budaya jalan kaki. Tapi jangan terlalu lebar lah, berikanlah pembangunan infrastruktur jalur khusus motor, mau nggak mau harus dipaksa," ujar Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono usai diskusi publik keselamatan jalan, di Hotel Artotel, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).



Menurutnya, jika ada pemerintah bisa menyiapkan jalur pejalan kaki selebar 10 meter, maka harusnya ada ruang 5 meter untuk pemotor. Jika tidak ada jalur khusus, dia menilai lalu lintas bakal carut marut.

"Kalau kita punya punya pedestrian 10 meter. Ya 5 meter lah beri untuk jalur sepeda motor, kalau tidak seperti ini ya carut-marut," tutur Agus.

Menurutnya, jalur khusus sepeda motor tadi harus diberi pembatas agar cuma sepeda motor yang masuk. Dia juga menyarankan jalur tersebut diberi batas kecepatan.

"Harus (diberi pembatas), dikhususkan motor masuk jalur khusus, diberi batasan kecepatan. Ya harus diaturlah motor," katanya.



Selain itu, Agus juga menilai semrawutnya transportasi di jalanan dipicu etika pengendara yang kurang baik. Pemerintah diminta tegas menyikapi pengendara yang bandel.

"Jadi menurut saya yang diubah itu peradabannya. Mau nggak mau ngatur kota harus tegas, saya nggak menyalahkan siapa-siapa loh. Kalau namanya kendaraan bermotor kalau perilaku pengendaranya itu lebih berani peradabannya daripada pengemudi mobil dan dia menggunakan ruang sekitar untuk masuk ya carut-marut," ujar Agus. (eva/haf)