Ratusan Petani Tolak Impor Beras

Merasa Dijajah Pejabat

Ratusan Petani Tolak Impor Beras

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 12:47 WIB
Jakarta - Impor beras dari Vietnam yang dilakukan Bulog atas izin Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu ditolak mentah-mentah oleh ratusan petani. Pasalnya, harga beras kini tengah bagus-bagusnya, sehingga kebijakan itu dianggap sengaja dilakukan untuk 'membunuh' mereka.Penolakan sekitar 500 petani itu dilakukan di depan Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (17/11/2005).Izin impor beras sebanyak 70.050 ton itu dikeluarkan 1 November dan akan dilaksanakan sampai sebelum masa panen raya.Petani yang tergabung dalam Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) itu berasal dari Kawarang, Bogor, Lampung, Batang dan Banten. Dalam aksinya mereka menggunakan topi caping dan membawa gabah kering.Dalam orasinya, Deputi Kebijakan FSPI Achmad Ya'kub mengatakan, Mari Pangestu, SBY-Kalla dan DPR merupakan orang-orang yang telah membuat petani makin miskin."Cabut impor beras. Kami datang jauh-jauh untuk buka telinga mereka lebar-lebar. Lihat kondisi petani yang semakin sengsara dijajah bangsa sendiri berkedok pejabat negara," teriaknya.Ia juga menilai Depdag tidak adil dan semena-mena terhadap petani. "Kita harus ajarkan mereka bagaimana berterima kasih kepada petani," tandasnya.Tidak hanya itu, Achmad juga menilai APEC tidak jauh berbeda dengan WTO, yakni penjajah bentuk baru. Karena WTO membunuh petani. "Kita akan terus melakukan penolakan impor beras, pemimpin Indonesia tidak berpihak kepada rakyat," katanya.Sedikitnya ada tujuh tuntutan petani dalam aksi tersebut, yakni laksanakan reformasi agraria, tegakkan hak asasi petani, berikan subsidi untuk petani, tolak impor beras, usir WTO dari petani, tegakkan kedaulatan pangan, tangkap dan adili pelaku kekerasan terhadap petani di Awu, Lombok.Rencananya, FSPI akan menggelar aksi hingga pukul 14.00 WIB. Setelah menggelar aksi di Depdag, mereka akan menggelar aksi serupa ke Istana Merdeka dan Gedung DPR/MPR. (umi/)


Berita Terkait