Syarat Sah Puasa yang Perlu Diketahui

Puti Yasmin - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 04:30 WIB
Syarat Sah Puasa yang Perlu Diketahui/Foto: iStock
Syarat Sah Puasa yang Perlu Diketahui/Foto: iStock
Jakarta - Puasa biasa dilakukan oleh umat Islam saat bulan Ramadhan. Ada syarat sah puasa yang perlu diketahui sebelum menjalankan ibadahnya. Apa saja? Yuk simak.

Pengertian syarat sah puasa adalah bila mana tidak memenuhi syarat tersebut maka, gugur lah tuntutan kewajiban puasa pada seseorang.

Nah, selain di bulan Ramadhan, ada juga puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan Daud. Ibadah ini dilakukan agar umat Muslim dapat menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.



Berikut syarat sah puasa:

1. Beragama Islam

Syarat sah puasa pertama adalah beragama Islam. Pasalnya, puasa adalah ibadah yang masuk dalam rukun Islam seperti hadist riwayat Imam Turmudzi dan Imam Muslim:

Arab: عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Artinya: Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda 'Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya Haji di Baitullah (Kabah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.'

2. Baligh

Ibadah puasa bagi perempuan dan laki-laki menjadi wajib ketika mereka sudah baligh. Artinya, haid bagi perempuan dan keluar air mani bagi laki-laki.

3. Tidak Gila

Syarat sah puasa selanjutnya adalah memiliki akal atau tidak gila. Pengertian gila dimaksud karena cacat mental maupun disebabkan mabuk dan tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa dan wajib menggantinya di kemudian hari.

Syarat sah puasa itu berdasarkan hadist riwayat Abu Daud dan Ahmad:

Arab: رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Artinya: Tiga golongan yang tidak terkena hukum syari: orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh.



4. Mampu

Selain ketiga syarat puasa di atas, umat Islam yang ingin menjalankan puasa harus dalam kondisi mampu atau kuat mengerjakan puasa. Bila tidak mampu, maka diwajibkan untuk mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah.

5. Melihat Hilal

Syarat sah puasa terakhir adalah mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dan persaksian dapat dipercaya. Namun, bila tidak dapat dilihat maka menentukan awal bulan Ramadhan dengan menghitung bulan Syaban menjadi 30 hari.

Nabi Muhammad bersabda dalam riwayat Imam Bukhari mengenai syarat sah puasa

Arab: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya: berpuasa dan berbuka lah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari. (pay/erd)