DPR Tinjau Pabrik Ekstasi Raksasa di Serang
Kamis, 17 Nov 2005 10:54 WIB
Jakarta - Aksi penggerebekan pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia di Serang, Banten, pada pekan lalu menyedot perhatian DPR. Anggota dewan akan menyaksikan rekonstruksi kasus itu.Sekitar 40 orang anggota Komisi I, III dan IX DPR berangkat menuju lokasi dari Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/11/2005) sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka menumpang dua bus dan dikawal oleh polisi."Kita ingin menijau ke lokasi di sana. Kita akan diberitahu alat-alat yang disita dan tahanan tersangka. Bahkan, kita akan diberitahu rekonstruksi proses penggerebekan," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Amries Hassan.Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menyampaikan hal yang sama. "Kita akan melihat apa benar tahanan masih ada di sana, melihat alat bukti, dan akan diberitahu lokasi pabriknya. Ini untuk bahan rapat-rapat kita nantinya," ujar Trimedya.Seperti diberitakan, pabrik ekstasi yang digerebek itu terletak di sebuah kompleks industri di Jalan Raya Cikande Kilometer 18, Serang, Banten. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu berkapasitas produksi 100 kilogram ekstasi per minggu.Pabrik ini disebut-sebut sebagai pabrik terbesar ketiga di dunia setelah pabrik di Fiji dan Cina. Dengan satu kilogram ekstasi berisi 10.000 butir pil yang tiap butirnya laku dijual Rp 100.000, maka pabrik ini setiap minggunya memiliki omzet Rp 100 miliar.
(aan/)











































