Kapolda Bali: Azahari Tewas, Serangan Terorisme Akan Reda
Kamis, 17 Nov 2005 10:32 WIB
Jakarta - Tewasnya Dr Azahari menerbitkan optimisme serangan terorisme di Indonesia akan reda. Setelah gembong teroris itu tewas diprediksi serangan terorisme untuk jangka waktu menengah akan turun.Prediksi itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika sebelum mengikuti pertemuan polisi se-Asean di Golden Ball Room, Hotel Hilton, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (17/11/2005)."Dalam jangka menengah akan ada penurunan serangan mereka. Tapi tetap ancaman masih tinggi," kata Pastika. Ancaman terorisme masih tinggi, menurut Pastika, karena pelaku terorisme mengajarkan ideologi jihad kepada para pengikutnya. Para pelaku mengajarkan tindakan mereka bukan bom bunuh diri yang dilarang agama melainkan jihad yang akan mendapatkan imbalan surga.Ajaran pelaku terorisme itu bisa dilihat dalam rekaman VCD pelaku bom Bali II yang sempat direkam sebelum melakukan bom bunuh diri. Rekaman VCD itu ditemukan polisi di rumah persembunyian Noordin Moh Top di Semarang. "Lihat saja apa yang disampaikan mereka dalam VCD. Mereka ingin membangkitkan semangat jihad mereka karena bagi mereka itu bukan bom bunuh diri tapi jihad. Itu bom jihad istilah mereka," kata Pastika.Temuan VCD itu akan dijadikan bahan penyelidikan polisi. Pastika menilai pembuatan rekaman VCD itu merupakan hal yang manusiawi. Meskipun pelaku bom itu siap mati, mereka ingin meninggalkan pesan bagi keluarganya. Bom Bali IISementara itu mengenai tiga tersangka teroris yang ditangkap di Semarang yang dikirim ke Bali, Pasti menyatakan mereka akan diperiksa untuk membantu pengungkapan bom Bali II. Ketiga tersangka itu yakni Mochammad Cholily alias Yahya Anthoni, Anif Solchanudin dan Abdul Aziz diduga memiliki hubungan langsung dengan Dr Azahari dan Noordin M Top. "Mereka pasti berhubungan dengan bom Bali II," kata Pastika.Polisi hingga kini masih mencari tersangka lain kasus bom yang meledak di tiga kafe di Bali pada 1 Oktober 2005 lalu itu.
(iy/)











































