Kapolri: Ulama Mesti Nyatakan Bom Bunuh Diri Ajaran Keliru

Kapolri: Ulama Mesti Nyatakan Bom Bunuh Diri Ajaran Keliru

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 10:30 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Sutanto berharap ulama turut membantu aparat kepolisian mencegah aksi teror. Salah satunya dengan menyatakan aksi bom bunuh diri sebagai tindakan keliru.Pernyataan Kapolri ini disampaikan sehubungan ditemukannya VCD kesaksian pelaku bom bunuh dari dari kelompok teroris Azahari dan Noordin M Top."Ulama harus menyatakan ini ajaran yang keliru yang bisa meracuni anak-anaka mereka. Bisa membuat mereka jadi sangat merugikan bangsa dan negara," ujar Sutanto saat mengantar keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melawat ke sejumlah negara seperti Korea Selatan, India, dan Pakistan, mulai 17-25 Oktober, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (17/11/2005).Dijelaskan oleh Sutanto, VCD yang memuat pengakuan pelaku bom bunuh diri ini telah disampaikan oleh para ulama yang Rabu 16 November malam mengadakan pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla. Ajaran bom bunuh diri ini merupakan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama apa pun.Dalam tayangan VCD terdapat 4 orang yang terlihat. Satu orang di antaranya memakai penutup wajah berwarna hitam dan berlogat melayu. Pria inilah yang diduga Noordin M Top.Pria tersebut sangat jelas mengatakan musuhnya adalah Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Italia. "Selama tentara Australia ada di Afghanistan dan Irak, maka kamu akan merasakan intimidasi dari kami," ancam pria tersebut. (san/)


Berita Terkait