detikNews
2019/11/27 08:34:31 WIB

Round-Up

Kritik untuk Jokowi yang Diskon Hukuman Koruptor Annas Maamun

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Kritik untuk Jokowi yang Diskon Hukuman Koruptor Annas Maamun Barang bukti uang yang didapat KPK saat menangkap Annas Maamun pada tahun 2014 (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Annas Maamun setidaknya tidak berlama-lama lagi menunggu kebebasannya dari balik jeruji setelah Presiden Jokowi memberinya diskon hukuman. Mantan Gubernur Riau itu akan bebas tahun depan.

Bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada akhir bulan September 2014, Annas ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam transaksi haram di balik pengurusan alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Annas pada akhirnya diadili di Pengadilan Tipikor Bandung. Vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan dijatuhkan majelis hakim untuk Annas.

Saat itu ada 3 dakwaan yang disampaikan KPK terhadap Annas, antara lain:
1. Annas diduga menerima suap USD 166.100 dari Gulat Medali Emas Manurung terkait kepentingan memasukkan area kebun sawit dengan total luas 2.522 hektare di 3 kabupaten dengan perubahan luas bukan kawasan hutan di Provinsi Riau.
2. Annas diduga menerima suap Rp 500 juta dari Edison Marudut melalui Gulat Medali Emas Manurung terkait dengan pengerjaan proyek untuk kepentingan perusahaan Edison Marudut di lingkungan Provinsi Riau.
3. Annas diduga menerima suap Rp 3 miliar dari janji Rp 8 miliar (dalam bentuk mata uang dolar Singapura) dari Surya Darmadi melalui Suheri Terta untuk kepentingan memasukkan lahan milik sejumlah anak perusahaan PT Darmex Argo yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit, dalam revisi usulan perubahan luas kawasan bukan hutan di Provinsi Riau.

Namun saat vonis pada pengadilan tingkat pertama itu hanya nomor 1 dan nomor 2 yang dinyatakan majelis hakim terbukti. Sedangkan nomor 3 dinyatakan tidak terbukti. Belakangan pada putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA), dakwaan nomor tiga itu dinyatakan terbukti. Selain itu hukuman Annas diperberat menjadi 7 tahun penjara.

Namun grasi Jokowi saat ini meringankan hukuman Annas menjadi 6 tahun. Kenapa?

"Beliau dapat grasi dari presiden berkurang satu tahun. Kan tadinya 7 tahun kan, berkurang satu tahun," kata Ade Kusmanto selaku Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kabag Humas Ditjen Pas Kemenkum HAM) pada Selasa, 26 November 2019.

Ade turut menyampaikan perkiraan Annas bebas dari penjara. Annas saat ini masih menghuni selnya di Lapas Sukamiskin di Bandung.

"Diperkirakan bebas 3 Oktober 2020," kata Ade.

Lantas kenapa Annas mendapatkan pengurangan hukuman?



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com