Wacana Masa Jabatan Presiden 3 Periode Dinilai Berbahaya Bagi Demokrasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 08:01 WIB
Foto: Ari Saputra


Lebih lanjut, Lucius menyoroti wacana tersebut mendekatkan pada perilaku koruptif. Wacana masa jabatan presiden tiga periode tersebut dinilai sebagai jalan untuk memuluskan perilaku tercela itu.

"Selain punya semangat otoritarian, pengusul masa jabatan Presiden menjadi 3 periode juga punya kecenderungan berwatak koruptif. Kekuasaan yang lama memudahkan penguasa untuk bersiasat jahat memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya," jelasnya.


Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengatakan wacana tersebut bukan dari pihaknya. Dia mengatakan usulan mengenai masa jabatan presiden muncul dari pihak luar.

"Rekomendasinya, MPR itu melakukan kajian pendalaman yang terkait dengan pokok-pokok haluan negara. Keperluan memasukkan kembali yang namanya haluan negara, atau GBHN, atau apa pun istilahnya, ke dalam UUD '45," kata Arsul," Minggu (24/11).

"Kedua, penataan kewenangan MPR, penataan kewenangan DPD, penataan sistem presidensial, penataan kekuasaan kehakiman. Nah yang lima ini, tentu berpotensi, sekali lagi berpotensi, dilakukannya amandemen terhadap UUD," imbuhnya.
Halaman

(fdu/fdu)