Siswa SMP Batam Di-DO Karena Tak Hormat Bendera, Komisi X Ingatkan Hak Anak

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 06:44 WIB
Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock
Jakarta - Dua orang siswa SMPN 21 Batam dikeluarkan karena tidak mau melakukan hormat Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat upacara. Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian menyayangkan hal itu dan mengingatkan hak anak untuk tetap mendapat pendidikan.

"Mengeluarkan anak dari sekolah tidak akan memecahkan persoalan mendasarnya. Bagaimana pun juga hak semua anak WNI untuk mengenyam pendidikan dasar," kata Hetifah kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).


Hetifah meminta pihak-pihak terkait tidak gegabah dalam mengambil tindakan karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan. Dia menyebut tindakan anak tersebut harus ditelusuri penyebabnya dengan pasti.

"Kalau menurut saya ya mesti ditelusuri root causenya kenapa. Kayak dikeluarkannya sang anak dari sekolah justru tidak memecahkan actual problemnya. Dengan tindakan itu mereka tidak jadi serta merta menghormati bendera dan lagu kebangsaan dan negara Indonesia," paparnya.


Sebelumnya, dua siswa dikembalikan ke orang tua karena menolak hormat Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Keputusan ini diambil setelah pembinaan dan pendekatan ke siswa bersama orang tuanya tak membuahkan hasil .

"Mereka pada saat melaksanakan upacara tidak mau hormat bendera dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jadi memang dengan berat hati kita kembalikan ke orang tua," kata Kadis Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan kepada wartawan, Selasa (26/11).

Selanjutnya
Halaman
1 2