Depkes Siagakan Tenaga Medis di Daerah Endemik Anthrax

Depkes Siagakan Tenaga Medis di Daerah Endemik Anthrax

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2005 09:09 WIB
Jakarta - Tidak hanya Departemen Pertanian saja yang was-was terhadap penyakit anthrax. Departemen Kesehatan juga turut merasakan hal yang sama. Depkes pun mengambil langkah antisipasi bertambahnya pasien anthrax."Bakteri bisa muncul sewaktu-waktu lagi karena sifat survival yang tinggi," jelas Direktur Pemberantasan Penyakit bersumber Binatang (P2B2) Depkes, Hariadi Wibisino, saat dihubungi detikcom, Kamis (17/11/2005).Karena itulah, tambah Hariadi, Depkes menyiagakan semua petgas kesehatan di daerah endemik. "Jika didapati pasien luka kulit seperti koreng, artinya kemungkinan sudah ada hewan yang terjangkit bakteri anthrax," tuturnya.Ia menjelaskan luka koreng yang diderita manusia yang terjangkit bakteri anthrax bisa diobati sampai sembuh. Luka ini disebabkan adanya kontak kulit dengan hewan yang terjangkit bakteri anthrax. Ia mengakui, pasien yang mengonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri anthrax sulit diobati."Kemungkinan terburuk adalah menyebabkan kematian jika mengonsumsi daging yang terkontaminasi," kata Hariadi. Bakteri anthrax (Bacillus anthraxis), rinci Hariadi, mampu membentuk spora. Dan dalam bentuk spora, bakteri ini mampu bertahan hidup lebih lama. "Bakteri ini mampu tetap hidup dalam kondisi eksrim sehingga tidak mudah dimusnahkan," ujarnya. (ton/)


Berita Terkait