Pemerintah dan Swasta Susun Buku Panduan Buang Sampah untuk SD/MI

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 15:59 WIB
Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom
Jakarta - Saat ini Indonesia berada dalam posisi red zone untuk permasalahan sampah. Ada sekitar 66-67 ton sampah per tahun yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia. Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono mengatakan permasalahan sampah ini tak bisa diselesaikan tanpa kerja sama dari masyarakat. Lantaran itu, pemerintah mengajak masyarakat dan berbagai stakeholder yang ada untuk bersama-sama menanggulangi masalah sampah di Indonesia.

"Kondisi seperti ini tidak bisa dilaksanakan hanya oleh pemerintah. Oleh karena itu, sinergi pemerintah pun dari berbagai macam kementerian, sinergi dengan perusahaan yang memiliki niat baik untuk menjadikan Indonesia lebih baik di masa depan seperti Danone ini sangat kami apresiasi," kata Agung di The Western Hotel, Selasa (26/11/2019).

Pemerintah yang terdiri dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Danone-AQUA, Universitas Indonesia, dan Yayasan Lentera meluncurkan sebuah buku panduan 'Sampahku, Tanggung Jawabku'.


Buku panduan atau modul ini diluncurkan ke 75 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di seluruh Indonesia. Peluncuran buku panduan ini, yang dikemas dalam acara bertajuk 'Kelola Sampah Sejak Dini untuk Indonesia yang Lebih Bersih', merupakan kelanjutan dari Gerakan #BijakBerplastik AQUA.

Presiden Direktur Danone-AQUA, Corine Tap mengatakan bahwa peran guru sangat krusial dalam menciptakan Indonesia lebih bersih, karena guru merupakan garis depan dalam mendidik generasi muda Indonesia.

"AQUA beberapa waktu yang lalu juga meluncurkan gerakan #BijakBerplastik. Ada 3 pilar di situ, yakni collection atau pengumpulan botol-botol plastik, lalu education yakni melakukan pendidikan sosialisasi, dan yang ketiga adalah inovation," lanjutnya.


Kemendikbud melalui Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kemendikbud, Khamim, yang juga berperan dalam peluncuran buku ini mengatakan, salah satu langkah strategis Kemendikbud dalam membangun pendidikan adalah dengan mengembangkan kurikulum yang berkualitas dan juga pembangunan karakter.

"Semua karakter positif seperti salah satunya membuang sampah pada tempatnya dan memilah-milah sampah ini harus ditanamkan dan dipraktikkan, ajaran inilah yang ada di dalam modul yang kita buat bersama, ini sebagai wujud nyata bagaimana kita mampu menaikkan pengalaman praktik kepada SD dan MI di seluruh Indonesia," ucapnya.

Ia berharap tak hanya 75 sekolah ini saja yang akan menerima modul dan mempraktikkan hal-hal yang diajarkan di dalam modul 'Sampahku, Tanggung Jawabku'. Namun, kegiatan ini bisa berlanjut hingga ke seluruh sekolah dasar di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 148 ribu SD. (prf/ega)