Polisi Tangkap Anggota Geng Motor yang Bacok Korban hingga Tewas

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 15:49 WIB
Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta - Polisi mengamankan anggota geng motor pelaku tawuran yang mengakibatkan 1 orang tewas di Jakarta Utara. Dua orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita telah mengamankan 8 orang yang diduga mengetahui dan ikut dalam tawuran antar-geng motor itu. Dari 8 orang ini kami sudah memilah, 2 sudah kita tetapkan sebagai tersangka, yakni Saudara MFA (16) dan MFF (14), mereka melakukan pembacokan dengan senjata tajam terhadap korban," ujar Kapolres Jakarta Utara kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (26/11/2019).

Adapun korban tewas itu adalah Herly Suprapto (27). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/11) pukul 04.20 WIB di wilayah Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Budhi mengatakan mereka yang terlibat tawuran merupakan rekan satu grup WhatsApp yang dibagi menjadi dua kelompok. Tawuran tersebut pun sudah direncanakan.



"Kejadian ini bermula adanya janjian tawuran antara dua geng motor, dua geng motor ini sebenarnya masuk dalam satu grup. Artinya mereka sebenarnya berteman, mereka masuk dalam grup setting-an kendaraan yang mereka saling berkenalan karena satu bengkel," kata Budhi.

Tawuran di wilayah Sunter itu merupakan kedua kalinya. Sebelumnya mereka pernah merencanakan tawuran di Kemayoran tapi gagal karena dihalau warga.

"Mereka janjian lagi kemudian terjadilah di TKP, yaitu di Jalan Sunter Jaya, mereka saling berseteru dan ada akhirnya salah satu korban atas nama HP mengalami luka bacok akibat sabetan benda tajam. Kemudian korban dilarikan ke RSUD Kemayoran dan di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Budhi.

Dari pelaku polisi mengamankan sejumlah alat bukti celurit, pakaian, dan motor yang dipakai pelaku. Pelaku dikenai ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Pasal yang dikenakan sama yang mau di atas atau sudah dewasa maupun di bawah umur pasal yang dikenakan sama ini Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP juncto Pasal 55, 56 juncto Pasal 358 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutur Budhi.


Halaman

(eva/mea)