Pria di Makassar Cabuli Bocah di Toilet Masjid

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 14:07 WIB
Foto: Hermawan M-detikcom/Polrestabes Makassar
Foto: Hermawan M-detikcom/Polrestabes Makassar
Makassar - Pria berinisial FH ditangkap polisi atas dugaan mencabuli bocah 7 tahun di toilet masjid di Makassar, Sulsel.

"Pelaku tetangga korban sendiri," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko kepada wartawan, Selasa (26/11/2019).

Pelaku melakukan aksinya di toilet salah satu masjid, Jl Tamalate I, Rappocini, Makassar, Jumat (22/11). Korban disebut polisi hendak pulang ke rumah, tapi tidak sengaja menendang sandal milik pelaku.

Pelaku, kata polisi, langsung menarik korban ke dalam toilet masjid. Saat itulah pelaku diduga beraksi.

"FH mengakui perbuatannya melakukan pencabulan," kata Indratmoko.

Kasus Pamer Kemaluan

Sementara itu, terkait kasus pamer kemaluan di Kelurahan Antang, Manggala, Makassar, Minggu (24/11), pelaku bernama Fitrah dipulangkan polisi.

"Pelaku ternyata gangguan jiwa. Makanya kita pulangkan supaya dia dirawat," ujar Indratmoko.

Sementara ibu pelaku, Qomariyah (53), mengatakan anaknya adalah alumni sekolah luar biasa (SLB) di Makassar.

"Dia juga pernah dirawat jalan (di RS Dadi)," ujar Qamariyah saat menjemput anaknya di Polrestabes Makassar.

Menurut Qomariyah, anaknya dirawat jalan karena mengalami keterbelakangan mental.





"Rawat jalan itu sekitar tahun 2012. Cuma saya kasih berhenti berobat karena kalau sudah minum obat, dia malas mi bergerak (beraktivitas). Biar mandi susah," katanya.

Fitrah diamankan polisi saat hendak diamuk massa di rumah sepupunya, Minggu (24/11) sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah dicek polisi, Fitrah ternyata hendak diamuk massa karena memamerkan kemaluannya kepada dua wanita dewasa.

"Dia (pelaku) turun dari motor lalu tiba-tiba mengeluarkan, 'mohon maaf', mengeluarkan kemaluannya (kepada korban) setelah itu dia langsung tinggalkan (korban)," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Ismail, saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Kebetulan pelaku ini bermalam (hendak menginap) di rumah sepupunya dan korban ini juga ada (tinggal) di wilayah perumahan itu," katanya. (fdn/fdn)