Azahari Ternyata Mahir Berbahasa Indonesia
Kamis, 17 Nov 2005 07:30 WIB
Jakarta - Gembong teroris Dr Azahari ternyata tidak hanya pandai meracik bom. Ternyata eks dosen Universitas Teknologi Malaysia itu juga mahir berbahasa Indonesia. Padahal, selama ini ia dikenal selalu menggunakan bahasa melayu.Setidaknya, kemampuan berbahasa Indonesia itu terlihat dalam surat yang ditujukan untuk istri Azahari, Wan Noraini Jusoh Berikut petikan lengkap surat yang ditulis tangan oleh Azahari. "Ketahuilah sayang, kematian pasti datang. Yang penting, bagaimana cara untuk mati. Mati yang dapat ridho Allah atau mati yang dalam kerugian.Abang melakukan jihad karena abang takut akan ancaman Tuhan jika tidak melakukan jihad ini. Doakan abang mati secara syahid karena mati syahid adalah cara yang paling mulia. Abang sebenarnya khawatir terhadap saudara-saudara abang dan saudara-saudara kamu juga, yang selalu mementingkan dunia. Apabila abang mati syahid akan berarti abang akan membawa 70 keluarga abang ke surga. Karena seorang syuhada kalau dia mati maka surga akan diramaikan 70 anggota keluarganya.Akhirnya abang meminta maaf atas kesalahan abang kepadamu. Dan abang pun sudah memaafkan semua kesalahanmu. Dan jagalah anak kita, Aisyah dan Sabil."Dalam surat yang dibacakan dalam acara Surat-Surat Cinta Dr Azahari yang disiarkan ANTV, Rabu (16/11/2005) malam, sama sekali tidak terlihat bila si penulis selalu berbahasa melayu. Surat ini memang belum sempat dikirimkan kepada Noraini. Sebab, Azahari keburu tewas tertembak dalam penyergapan di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Flamboyan, Kota Batu, Malang, pada 9 November lalu.Jika surat ini memang benar maka Azahari kini tentu berbeda. Selama pelariannya menjadi tokoh teroris yang dicari, ternyata Azahari sangat cepat untuk belajar bahasa Indonesia dan melupakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Di satu sisi, Azahari memang terkenal pintar dalam akademiknya. Gelar doktor bidang statistikanya pun diraih dengan predikat cumlaude. Tetapi, mungkinkah ia juga bisa dengan mudah merubah gaya bahasa korespondensi dengan istrinya? Atau ini memang cara Azahari menyembunyikan identitasnya? Keaslian surat ini tentu yang mengetahui adalah Noraini. Akankah ia membuka suara tentang surat cinta sekaligus wasiat Azahari ini? Kita tunggu saja.
(ton/)











































